
Sangihe, BeritaManado.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyatakan bahwa sebanyak 85 orang tenaga pendidik telah lolos seleksi Program Sangihe Mengajar (PSM) tahun 2020 yang diikuti kurang lebih 199 Pelamar.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sangihe, Drs Djoli Mandak ketika memberikan keterangan pada wartawan pada Rabu, (12/2/2020).
Kadis Mandak menjelaskan jika setelah terpilih nanti, peserta yang lolos akan melaksanakan tugas kurang lebih satu tahun di sekolah-sekolah yang akan ditentukan oleh Disdikbud, dan nantinya bisa diperpanjang sesuai kebutuhan yang ada.
Namun begitu, ditambahkan pula informasi jika saat ini, ke-85 peserta yang lolos PSM belum langsung ditempatkan di sekolah-sekolah, karna masih menunggu hasil verifikasi dari pengawas yang turun ke sekolah-sekolah guna memastikan apakah sekolah yang dimaksud, benar-benar membutuhkan tenaga pendidik.
“Sesuai dengan kontrak kerja, mereka (peserta yang lolos) nantinya akan mulai bertugas disekolah pada bulan maret.
Saat ini, kita masih menunggu verifikasi dari pengawas dilapangan,” jelas Kadis Mandak.
Mandak melanjutkan, selain ke-85 orang peserta yang lolos, ada juga 32 Peserta tembusan PSM 2019 yang kontraknya dilanjutkan atas dasar penilaian kinerja positif yang ditunjukan.
“Nantinya, ke-32 Peserta yang memegang SK tahun 2019 akan kembali diperpanjang kontraknya, karna kerja mereka maksimal dan sangat layak untuk diikut sertakan lagi.
Mereka akan ditempatkan di sekolah yang sama supaya kerja mereka jadi makin baik karna sudah sinergis dengan lokasi kerja mereka,” lanjutnya
Sebagai langkah awal pasca terpilihnya peserta PSM 2020 dan 2019, Disdikbud Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan mengadakan pertemuan pada hari jumat (14/02/20) untuk diberikan pembekalan.
“Saya berharap, program ini benar-benar tepat sasaran, sehingga bisa menutupi kekurangan tenaga pendidik SD dan SMP di Sangihe. Selain itu, melalui pembekalan, kiranya ke-117 peserta PSM yang akan turun kelapangan nanti, mampu bekerja dengan baik, dan memahami dengan jelas tugasnya sebagai pendidik, sehingga tujuan kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bisa tercapai lewat usaha guru sebagai ujung tombak pendidikan,” tukas Mantan Kepala Sekolah SMA N 1 Tabukan utara ini.
Dikonfirmasi terkait upah yang akan diterima masing-masing peserta PSM, Mandak membeberkan jika gaji yang akan diterima kurang lebih Rp. 1,5 Juta
“Tapi, akan kita lihat anggaran dulu. Rencananya, yang di wilayah pulau-pulau akan diberikan honor sejumlah dua juta rupiah setiap bulan,” tutup Mandak
(Erick Sahabat)
