
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa mahasiswa harus berubah dari sekadar penonton menjadi agen perubahan aktif, dalam Kuliah Umum di Universitas Klabat (Unklab), Minahasa Utara, Rabu (26/2/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Sulut itu menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda berada di pusat perhatian pembangunan daerah.
Mahasiswa Harus Berani Berkreasi
Di hadapan civitas akademika Unklab, Yulius Selvanus menyampaikan pesan yang langsung menyentuh inti persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan masa kini.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton atau bersikap pasif. Jadilah pelajar yang inovatif, yang mampu menghadirkan solusi bagi tantangan zaman. Masa depan Sulawesi Utara ada di tangan anak-anak muda yang berani berkreasi,” tegasnya.
Gubernur menyebut interaksi langsung dengan generasi muda sebagai salah satu prioritas utama dalam menjalankan tugas kepala daerah.
Kecerdasan Akademik Saja Tidak Cukup
Yulius Selvanus juga menekankan bahwa dunia kerja modern menuntut lebih dari sekadar nilai tinggi di atas kertas.
Lulusan perguruan tinggi di Sulawesi Utara, menurutnya, harus mampu bersaing hingga ke panggung internasional.
“Lulusan harus memiliki daya saing yang tinggi dan menjadi sosok yang memiliki budi pekerti yang cerdas — perpaduan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral yang kokoh,” ujarnya.
Pesan ini menjadi penekanan penting di tengah persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat di era global.
Kontribusi Nyata untuk NKRI
Menutup kuliah umumnya, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh civitas akademika Unklab untuk menyatukan visi demi pembangunan daerah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Jadilah pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara. Apa yang kalian pelajari harus didedikasikan untuk kemajuan tanah air,” pesannya.
Di luar agenda edukasi, Gubernur menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara secara menyeluruh.
(rds)
