Kota Bitung

Wuisan Ingatkan Masalah HIV/AIDS ke Bhayangkari

Wuisan Ingatkan Masalah HIV/AIDS ke Bhayangkari
Seminar Sosialisasi Bahaya AIDS (foto beritamanado)

BITUNG—Keseriusan pihak Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Bitung dalam melakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS patut diacungi jempol. Padahal BPPKB sendiri dari segi anggaran sangat terbatas, berbeda dengan instansi lain yang juga bersinggungan dengan masalah HIV/AIDS namun tidak pernah melakukan kegiatan sosialisasi atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah penyakit mematikan tersebut.

Buktinya, Rabu (12/10) pagi, Kaban BPPKB Kota Bitung, dr Ellen Wuisan diundang untuk memberikan materi dalam acara yang digelar Bhayangkari Polres Bitung dengan tema “Ceramah Tentang Penyakit Menular HIV/AIDS dan Trafficking, Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HKGB ke-59”. Dimana kegiatan ini ikut dihadiri  Deputi Keluarga Sejahtera dan Deputi Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga, Dafrudin Gumani, Plt BKKBN Prov Sulut, Thamasor Zega, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Josephien Sondakh didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bitung, Khouni Lomban-Rawung, serta Ketua Bhayangkari Polres Bitung, Rani Satake Bayu.

“Mari kita jaga prilaku, jangan terlalu mendiskriminasi para Pekerja Seks Komersil (PSK) karena jelas-jelas mereka hanya menjadi korban yang ditulari,” kata Wuisan dalam sosialisasisinya yang dihadiri puluhan anggota Bhayangkari dan anggota Polres Bitung.

Wuisan juga menjelaskan secara mendetail soal gejalan dan penyebaran penyakit tersebut lewat layar OHP. Bahkan ia mengajak peserta untuk berdialog soal materi yang dibawakannya dan ini mendapat respon positif yang melayangkan berbagai pertanyaan soal HIV/AIDS.

“Saat ini memang banyak orang yang menilai, HIV/AIDS bias menular lewat tusuk gigi dan gunting rambut. Itu tidak salah, apalagi keliru. Karena virus HIV/AIDS bisa menyebar lewat darah, apalagi jika menggunakan bekas tusuk gigi Odha yang sempat mengeluarkan darah dan silet atau gunting yang pernah terkontaminasi dengan darah Odha,” jelas Wuisan menjawab pertanyaan salah satu peserta.

Untuk itu, ia menyarankan agar menggunakan tusuk gigi yang telah dikemas atau tusuk gigi sobek, serta membawa silet sendiri ketika hedak bercukur atau gunting rambut.

Tak hanya masalah HIV/AIDS, namun dalam sosialisasi tersebut, Wuisan dengan terang-terangan menentang operasi mawar yang digelar pihak kepolisian. Karena menurutnya itu tidak menyelesaikan masalah, malah sebaliknya menimbulkan masalah baru karena jelas tidak efektif dalam meminimalis para PSK.

Sementara itu, kendati Wuisan sudah menjelaskan secara mendetail soal HIV/AIDS, namun sejumlah peserta mengaku kecewa. Pasalnya, Dinas Kesehatan Kota Bitung yang turut diundang tidak hadir dalam acara tersebut. Padahal sejumlah pertanyaan mengarah kepada dinas yang dipimpin dr Vony Dumingan tersebut.

Selain sosialisasi, Wuisan juga melakukan penandatanganan MoU antara BPPKB dengan Bhayangkari Polres Bitung. Serta membantu klinik KB bersama fasilitasnya untuk Bhayangkari Polres Bitung.(en)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara