
MANADO – Perjalanan para pejabat di daerah ini sudah menjadi sebuah fenomena yang baru. Mungkin sebuah asumsi kalau tidak ke Luar Negeri, tidak afdol bagi seorang pejabat.
Setelah personil Deprov ngelancong ke luar negeri menghiasi pemberitaan di media akhir-akhir ini, ternyata ada juga pejabat di lembaga pendidikan yang ikut-ikutan ngelancong ke luar negeri.
Informasi yang diterima oleh beritamanado melalui salah satu staff dosen di Fakultas Hukum bahwa Rektor Unsrat Prof. DR. Donald Rumokoy, SH MH juga ngelancong bersama rombongannya ke luar negeri.
“Pastinya rektor bersama rombongan, yang berjumlah sekitaran 10 orang saat ini ke luar negeri juga. Tidak tahu pasti negara mana yang menjadi tujuan, tapi informasi yang kami terima tujuan mereka (rombongan Unsrat) ke benua biru yaitu Eropa,” papar sumber terpercaya beritamanado, tadi siang.
Ditambahkan Flora, yang juga staff pengajar di Fakultas Hukum mengatakan, bahwa Rektor bisa saja ke luar negeri asalkan di Unsrat tidak ada masalah.
“Tidak ada yang melarang rektor ke luar negeri tapi kalau sudah berkali kali dalam kurun waktu 6 bulan maka perlu dipertanyakan,” papar Flora yang merupakan Doktor di bidang hukum ini. (gn)

Mana dang tu brita korupsi2 di unsrat, koq nda muncul?
@S3 15 taong … pengki sapa kang? co se jelas kamari hahahaha
Semua komentator yth. menginkan kemajuan Unsrat.
Banyak hal hal yang positif yang harus disyukuri. Telalu banyak
mengutak utik kehilafan yang sudah lewat tentunya kurang bijaksana.
Apa lagi di besar besarkan dan dijadikan manuver politik.
Kalau memang ada pelanggaran hukum tentu ada penyelesaian tersen
diri. Sebaiknya diadakan pemilihan dengan baik. Masing masing meng
gunakan/saling menghargai hak untuk dipilih ataupun memilih
Agar terpilih pemimpin yang mempunyai dedikasi tinggi untuk kemajuan
dan memperlakukan mereka yang dipimpin dengan adil untuk mendapat
kesempatan maju/mengembangkan ilmu/penelitian maupun promosi
jabatan. Tidak ada yang bisa merobah sejarah/yang telah lewat/back in time.
Semoga Tuhan memberikan jalan/petunjuk yang terbaik.
Agree with Pembaca Lucu :). Kita le paling tidak tahu apa yg sementara terjadi, maar kalu mo ba tulis disini cuma mo kase puas pihak2 tertentu (dua pihak itu), kong jadi bahan baku bakalaeng akang…. hehehehehe… koran tu untung…. :)
Saran saya, kalo boleh informasi di Unsrat.ac.id kaseh lebeh banyak, hasil2 kerjasama di LN kaseh disitu, supaya masyarakat dapat informasi yang baik.
saya kira kalo dipublikasikan di website resmi Unsrat. torang2 tau oh ini dp hasil, pasti komen2 negatif akan berkurang.
Memang kerja sama di LN sangat penting untuk Universitas, tetapi agar nyanda jadi masalah, jangan selalu Rektor yang musti pigi, mungkin roling2,
yang kt tahu urusan tanda tangan dengan MOU itu nda perlu Rektor, Pr2 ato Dekan2 so boleh. nda masalah.
Mungkin juga jangan cuma MOU trus, musti ada dp hasil, na dp hasil itu yang dipublikasikan di website Unsrat.
Mungkin kerja sama bidang penelitian, kaseh informasi, supaya ada kompetisi antar dosen yang bisa dapat grant2 penelitian seperti itu, jangan hanya orang2 tertentu yang dapa tu grant.
Fungsi website juga khan salah satu dari GCG yaitu adanya transparansi.
kita yakin kalo website Unsrat lebeh informatif, informasi2 yang beredar di media2 akan bisa di tangkis.
salam…Viva Unsrat
Positive Thinking….. Tuhan da lia torang samua pe hati….. Selalu bersyukur dengan apa yang sudah di percayakan kepada kita masing-masing di mana kita akan dan harus mempertanggungjawabkan nanti klak…… Moral matter.
Selamat pagi saudara2ku.
Membaca komentar2 yang ada dalam media ini, saya sebagai alumni Unsrat yang berada di lauar negeri ingin memberikan tanggapan saya, sbb:
Semua komentar yang kita tulis tidak pernah lepas dari penilaian obyektifitas dan subyektifitas. Namun demikian, dalam pengalaman, yang terjadi adalah kita tak sepenuhnya menyadari motif subyektifitas (dan mungkin nir-sadar atau bawah sadar) yang membuat sesuatu yang sifatnya “rasionalisasi” menjadi seolah-olah “rasional”. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, TIDAK terkecuali mereka yang memiliki pendidikan akademik tertinggi (S3/Doktor) maupun mereka yang memiliki jabatan akademik tertinggi (Profesor). Kebenaran akademik (demokrasi akademik) tidak selalu harus harus didasarkan pada banyaknya suara yang setuju atau kerasanya suara yang terucap, TETAPI apakah sesuatu itu didiasarkan pada KEBENARAN (dan BUKAN PEMBENARAN).
Untuk prinsip yang sama, saya sedang menelusuri ikhwal tentang latar belakang keberangkatan Rektor Unsrat, Yth. Profesor Donald Rumokoy, ke Luar Negeri dan masalah yang berkaitan dengan Perpanjangan Masa Dinas Yth. Profesor Lucky Sondakh. Mudah2an semuanya akan menjadi jelas dan media komunikasi ini semakin membuat saya sapat memelihara & mengembangkan “critical thinking” saya.
Hikmat Tuhan kiranya menyertai hidup kita.
Salam kasih dalam Yesus Kristus.
Fairly
Jadi dang Nda memenuhi panggilan tipikor gara2 ke LN?
Heran komentar sama deng ‘S3 15 taong’ bole mo tatulis dsini. Wujud org yg tdk brpendidikan ato mngkin org yg stress karna nda dapa apa2. Baca jo bae2 ‘fairly’ pe komentar. Semoga ada damai sejahtera di hati kita semua.
Ini prof.tole depe nama Pengki tinggal di muka greja pantekosta, dia ini tukang lap donald bebek deng teli pe capatu, kalu nyanda pake lap,pake depe dasi ,maar kalu nyanda ada dasi pake depe lidah, so itu lia jo depe lidah so panjanggggggggggggggggggg…..
Untuk Prof. Lucky Sondakh, selamat ya atas prestasi2 bapak selama menjadi Rektor Unsrat. Setiap Rektor Unsrat ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, semuanya sudah berupaya memberikan yang terbaik bagi almamaternya, termasuk juga untuk Rektor Unsrat saat ini, Donald Rumokoy. Gbu all
Dalam hubungan sosial setiap segment baik pemerintahan, institusi,pe-
rusahaan/commerce bahkan organisasi keagamaan ada Power/Authority
yang diinginkan bahkan diperebutkan.
Maka terjadilah group2 (collective decisions) yang terkadang saling berseng
golan. Inilah manuver politik.
Kalau banyak kaitannya dengan pemilihan Rektor. Saya ucapkan selamat
berpesta demokrasi.
Semoga terpilih Rektor yang terbaik demi untuk kemajuan UNSRAT.
Selamat hari minggu komentator yang terhormat. Damai sejahtera di hati kita semua.
ngni salahkan rektor, yang pilih pa dia sbnrnya spa so ? itu yg ngni msti slhkan..
Masing masing punya pandangan dan pendapat sendiri kang…..ndak usah salang mengklaim pandangan sapa yang betul,,hormati jo orang laing pe pendapat dan penilalin walaupun berbeda……saya kira dari sisi kami…jauh dari pada motiv menjelekkan apalagi fitnah…kami memberi masukan….supaya samua lebeh baik toch…..pepatah prancis: ‘melalui perdebatan (asal jangan debat kusir) akan muncul sinar kebenaran……achirnya memang “vox populi vox dei”……akhirnya akan terkristalisasi…dan trang doakan jo supaya Yang Mahakuasa akan beracara kearah Kristalisasi mendapatkan figur…yang paling excellent untuk Unsrat …..Prof Tumokoy kan pasti masuk bursa toch….biar le sebagian orang nyanda suka kalu katuk Majoritas suka?…dan begiti jua rival@ nya. gbu.
Memang Prof. Lucky gentle, salut prof. mar torang nimbole salahkan yang laeng, kalo kt pe prediksi mungkin dosen2 rang2 35 – 45 yang ja ba komen.
Dorang tako mo setunjung identitas…jang katu….tau to!!!
mar kita pe prediksi, masing2 dari dua kekuatan skarang. dari kubu Prof. Rumokou dengan dari Kubu Prof. Kumaat.
biongo betuul samua ini orang 2 UNSRAT mar cuma prof Lucky yang gentle nda sambunyi identitas yang lain bunglon
…INI ORANG-ORANG UNSRAT SAMUA KANG…HAHHA..!!
Paling cuma produksi PNS…
Whatever,
Yang pasti unsrat masih nda bisa apa2 untuk memajukan manado dan sulut umumnya….
Kita percaya kalo Rektor ada bae2 pa samua Dosen2, Pegawai2 dgn Prof2, tanpa pandang pendukung ato bukang, dp carita nda mo bagini.
sekarang so terlanjur banyak yang saki hati, mar banya le yg mendukung karena so tasadap.
Mudah2an kedepan Unsrat semakin maju.
Ini kwa depe inti kalu Tuhan so kase kepercayaan memegang kekuasaan musti bae-bae pa orang jangan beking susah orang. karena di alkitab bukan hanya hukum kasih yg berlaku. tapi hukum yang lebih dari sekedar hukum di atas dunia ini yaitu hukum tabur tuai.
Memang lawan-lawan sarjana teologi ini komen-komen…. kiapa tare nda jadi pendeta kang??
Berdasarkan Prof. Lucky punya komentar, semua bukan rekomendasi dari pak Rektor, tapi Prof. Lucky punya usaha. Torang lihat berikut Prof. Lucky punya usaha for perpanjangan tanpa ada rekomendasi dari pak Rektor. Prof diperpanjang bukan karena Pilrek, mar karena pak Rektor sayang for Prof. Lucky. Kita bacirita langsung dengan Prof. Lucky, Prof Lucky nda suka dukung Prof. Donald kali kedua. Kita ada dengar sendiri, tapi kita harap itu masih bisa berubah.
Kita harap Prof. punya perpanjangan berikut tanpa ada surat rekomendasi dari pak Rektor, nda lama toh Prof. Lucky punya perpanjangan? Torang tunggu apa yang akan terjadi, tanpa harus menfitnah dan putar cerita. Tuhan berkati
tu dekan ekonomi baru 1 bulan bale dari hongkong so pigi di eropa kata
@Prof. Lucky, bagimana prof. Lucky petanggapan tentang pencari fakta da bilang apa itu fitnah ato betul
supaya le torang boleh mo mangarit
Maaf..ada kekurangan koment saya diatas…rekomendasi final dikirim tanggal 23 September, tapi karena memang dokumen untuk pesyaratan minimal sudah dipenuhi di Dikti melalui kecanggihan komunilkasi yang up to date, maka persetujuan Dikti perpanjangan Dinas saya sudah diterbitkan dengan tidak lagi menunggu surat rekomendasi finasl dari Rektorat……begiru Prof Tole ya. ..Puji Tuhan n GBU all.
Perpanjangan Dinas Gurubesar saya, merupakan hasil dari perjuangan keras mengikuti proses birokrasi yang sangat berbelit di Rektorat. Fakultas saya, seluruh dosen di Jurusan, Senat Fakultas Peternakan, dan Senat Universitas semuanya mendukung perpanjangan Dinas saya. Tapi prosesnya di Rektorat, sungguh sangat berbelit dengan alasan harus sempurna 100 % ikut aturan. Usul pertama memang oleh Rektor bulan Maret 2011. Tapi rekomendasi final nanti dikirim tgl 23 September, 5 Hari menjelang saya harus pensiun. Selama Maret sd September, saya harus bolak balik ke Kantor Pusat Rektor melengkapi berkas, karena selalu saja dinilai kurang sempurna oleh Rektorat. Untung saya sedikit paham politk dan birokrasi dan mempunyai akses informasi dari Dikti tentang pesyaratan minimal yang harus dipenuhi. Pesyaratan minimal tanpa diketahui Rektorat saya langsung penuhi di Jakarta. Hasilnya, Persetujuan Dirjen Dikti untuk perpanjangan Dinas saya, diterbitlkan tanpa rekomendasi final dari Rektor. Hanya dua hari sesudah Tg;l 28 September, akhirnya Menteri Muh Nuh menerbitkan SK Perpanjangan Dinas saya. Padahal, rekan rekan lainnya, ada yang harus menunggu 4 bulan bahkan ada yang sudah meninggal SK nya tidak terbit.
Bagaimana kasihan dengan rekan dosen dan ilmuwan lainnya yang kurang paham proses birokrasi, lugu politik, karena sibuk mengajar dan meneliti?
Tapi saya tidak langsung menyalahkan Rektor. Pasti beliau punya alasan dari segi hukum, tidak mau melanggar aturan. Walaupun saya merasa beruntung, walaupun saya tidak belajar hukum, tetapi sukurlah beberapa masaalah hukum dapat diatasi dengan ‘kearifan’ dan tidak harus memenuhi pesyarata sempurna 100 % aturan.
Saya berpatokan saja pada ajaran Kristus Tuhan kami. Tidak ada yang mampu memenuhi kesepuluh hukum Torat dan karenanya kalau harus diadili berdasarkan 10 hukum Torat, pasti semua masuk ‘penjara’. Kristus katakan: Hukum yang Pertama dan Terutama ialah Hukum Kasih. Jadi yang penting ialah “baku baku bae”, baku baku tongka”, baku beling pande” jangan balku jegal satu sama lain demi kepentingan mempertahankan dan merebut kekuasaan. Hukum kasih ini bukan berarti mentolerir kesalahan tetapi dengan kasih menyelamatkan orang dari kesalahan, membina, memperbaiki agar orang/dosen terhindar dari melanggar aturan….begitu kan para Ahli Hukum?…Hukum kasih itul antara lain: Si Tou Tumpou Tumpou Tou kan?..Gimana Prof.Tole? boleh itu?….Maar katuk “laeng koki laeng masakan” dan siapapun koki, yang torang hormati jo katuk karena so lelah momasa akang for torang toch….kalau itu makanan masih kurang sedap jangan langsung cari koki lain, tapi usul akang menu laeng stou…syalaom. Viva Unsrat.
kita bukan ba fitnah prof tole. cuma mengungkapan fakta yang terjadi selama ini…oi to prof….
hebat sekali fitnahnya, pencari fitnah. Hati-hati pernyataan yg ada tulis dan bertolak belakang dgn kenyataan. Majukan UNSRAT pak Rektor, biar dia Tuhan yg akan balas. Gbu
qta p komentar2 nda ada yg maso ini.mar yg pasti ibu rektor so 10 thn lebe IVc jadi cpt dapa GB dan Prof sondakh sudah diperpanjang.
ngana pencari fakta hanya mengilir opini kearah yang salah.setiap tulisan itu hak saudara,mar hati2 dgn setiap fitnahan yg ngana ada tulis.biar nanti Tuhan yang balas.cukup sekian,Tuhan memberkati torang samua..
qta p komentar yg sebelum ini utk memberikan tanggapan nda tamaso. ada apa dang ini???
padahal depe penjelasan panjang & jelas di komentar itu. mar cuma mo bilang hati2 kalo ini bafitnah Prof. ‘pencari fakta’ berdasarkan ngana p tulisan2 yang terakhir. Terserah mo tulis apa dan itu ngana p hak, mar kalo so fitnah, biar nanti Tuhan yang balas. Tuhan memberkati torang samua…
MAsalah paling serius. Rektor skarang nimau hilang kekuasaan, dan menjadikan Unsrat sebagai kendaraan politiknya bukan serius untuk memajukannya.
Kalo dilihat secara kasat mata…masyarakat tidak melihat apa yang telah dilakukan Unsrat di masa pemerintahan Rektor sekarang, bangunan boleh tambah bagus, itu karena fee yg besar dari pengusaha, tetapi untuk pengembangan penelitian, bantuan kepada dosen2 yang studi, dan dosen2 yang konferensi diluar daerah, tidak ada bantuan dari Rektor, tinggal diambil disaku masing2 dosen untuk membiayai hal2 tersebut.
Kebanyakan dosen yang kreatif tinggal mencari penghasilan tambahan dengan meneliti dan mengkaji dilembaga2 luar Unsrat, seperti Bappeda Sulut, Kapet, Bappeda2 daerah2…itupun dengan ancaman2 dari Kantor Pusat Unsrat dengan tuduhan macam2…seperti tidak loyal, tidak bekerja dgn baik di kampus….macam2 tuduhan diberikan kepada dosen2 yang mencari nafkah tambahan di luar Unsrat.
Unsrat juga kekurangan seminar2 internasional dan nasional, yng mungkin dalam setahun cuma 2-5 kali, bandingkan dengan Universitas2 besar lainnya yang tiap bulan seminar2 nasional maupun internasional bisa sampai 5-10 kali.
keadaan Unsrat sekarang tidak seperti dengan visi Rektor yang katanya mau membuat Unsrat menjadi Excellent University.
Hati para dosen yang ingin maju memang tercabik2 melihat suasana seperti ini, kenikmatan hanya diperoleh dari mereka yang dekat dengan Rektor…
Keadaan seperti ini bukan dibuat2 oleh orang2 yang tidak senang terhadap Rektor. tetapi masyarakat sendiri bisa menilai apa yang terjadi di Unsrat. bagaimana mahasiswa hukum diperas, dan lain2….keadaan dimata masyarakat bukan dibuat2 oleh penentang Rektor…
tetapi pihak penguasa sendiri yang menciptakannya sendiri….
berapa banyak Doktor2 yang bertahun2 mengurus GB tidak berhasil???
berapa banyak GB yang diintimidasi???
berapa banyak dosen2 yang kena TGR dizolimi…???
Masyarakat sendiri bisa menilai semuanya ini…isu2 seperti ini akan sendirinya menjalar dimasyarakat ….
kita lia2 di UNSRAT ini ada masalah intern yang serios… apa2 itu dang?????
…BERARTI SO NYANDA BUTUL DANG INI …DAPA GURU BESAR DENG GELAR-GELAR YG LAIN ???…APA LAGI YG BISA DI BANGGAKAN TORANG P UNSRAT KALO DIA P CERITA SO BAGITU SKARANG…
@pencari fakta,ngn org unsrat ato bukang??kalo ngn org Unsrat cek bae2 dulu, kalo bukang jangan bilang org papandusta,sedang org unsrat blum tantu mo tau.susah jo bacirita cuma berdasarkan rumor.mar heran ini Prof.sondakh,Rektor ada perpanjang trs blg2 p orang lain nda pernah diperpanjang,berat org bgini..
ibu Rektor antara 10-14 tahun dp IVc jd capat dp GB.cari tau dulu dp aturan baru kase komentar.kase nama kamari GB mana yg diperpanjang oleh Pak Rektor karna mo dukung kedua kali,NDA ADA selain Prof.sondakh yg memang so umur sekali.so asal tuduh kng asal malontok ley.cari tau selengkap2 jangan cuma rumor,lawang2 entertainment jo.cukup sekian,Tuhan memberkati torang semua..
@Prof. Tole, ngana papandusta kang, ngana bilang Rektor ada perpanjang Prof. Lucky pe guru besar!!!
Congana Cek pa Prof. Lucky pe FB…dia so pension karena Rektor nda dukung..dsb….Rumor beradar…GB yang bisa memperpanjang masa pension adalah….GB yang adalah pengikutnya, atau dijamin akan memili Rektor untuk masa ke dua kali.
Cara2 ini yang Dr. Kalalo dan kawan2 ada perjuangakan. Karena yang muda2 le mo urus GB pe susah, mar kalo pendukung Rektor gampang mo jadi GB, apa lagi kasus Ibu Rektor yang sangat cepat mendapatkan GB.
kunjungan LN buat kemajuan UNSRAT deng pendidikan nyandak apa2… yang penting itu dana2 buat tiket2, visa2, dll itu toh ditanggung pengundang di negara tujuan… karna kalo pake dana UNSRAT, ini musti maso ka penyelidikan POLRI jo.
prof tole, oh bagitu….. btw thanks, Tuhan memberkati semuanya,,,,,,
ameen
Kalo kita pe Prediksi, kalo statuta belum disetujui
Prof. Rumokoy 42
Prof. Kumaat 39
Lainnya 19
itu berarti tinggal tergantung suara Menteri.
dengar2 kabar. suara menteri condong ke Prof. Ellen, itu cuma rumor, kita le cuma dengar orang2 bacarita…apa betul itu dia?
Oh bagitu dang…hehehe, soalnya orang awam cuma dengar2 orang jadi kt pikir 70 tahun, berarti tergantung kebutuhan kang. kalo menurut Prof. Tole Rekotr ada krm surat perpanjangan, berarti pernyataan dari Barol Unsrat…dapa data dari mana?
Mana yang betul dang ini..???
@pendukung unsrat,pension umur 65 tahun dan memang guru besar dpt diperpanjang boleh sampe 70 tahun,dp nama ‘emeritus’.perpanjangan itu harus memenuhi syarat2 tertentu.mar faktanya,Rektor ada kirim surat perpanjangan ke Dikti dgn catatan Prof.sondakh DIBUTUHKAN SEKALI oleh UNSRAT,bkng bgtu toh Prof.sondakh yg akhirnya SK perpanjangan so kaluar?kalo mo klaim karna Prof.punya usaha,wajar noh..
@pramuka,torang heran kwa dgn dp tindakan slama ini,sampe dp tmn2 alumni sndiri taheran2.mohon MAAF dgn tulisan2 kasar diatas,qta rasa cukup sekian..
Hidup orang-orang lain adalah cermin yang terbaik dimana kita dapat interospeksi ke dalam hidup kita sendiri. Johann Wolfgang Von Goethe (1749 1832, sastrawan Jerman).
kalo untuk kemajuan nda apa2, asal jangan cuma buang doi.
Bagi mereka yang punya saran mengkritik, terimakasih.bagi yang membela juga terima kasih. semua pendapat bisa menjadi CERMIN.
@ prof Tole, kita nda ada urusan deng unsrat , tapi ngana memang menghina sekali pa orang laen… kita rasa ngana berpendidikan tinggi krn tau ttg unsrat tapi ngana pe kata-kata nda bagus…, Kritik depe issue/ masalah bukang depe orang….
Dinegara manapun dana pemerintah untuk pendidikan sangat besar
demi untuk mencerdaskan anak bangsa. study perbandingan dan alih
teknologi dari negara yang lebih maju, mutlak diperlukan, tidak terbatas
berapa banyak kali berangkat kalau dananya memang ada. Tetapi kalau
tidak jelas outcomenya yang seolah olah jalan jalan/pemborosan ini sudah
merupakan pelanggaran yang serius.
Terima kasih sebesar besarnya untuk Berita Manado yg telah menyedia
kan kolom ini. Dimana torang samua bisa berkomentar, mengajukan pen
dapat, saling mengoreksi, demi untuk kemajuan torang samua.
Viva Sulut. Thanks Berita Manado. May God always be with you.
@Prof. Tole, kita cuma berdasarkan Barol Unsrat pe kata2…co ngana cek kwa….hehehe kalo dp kebenaran, kita nintau, memang Prof. Lucky so umur, mar setahu kita guru besar ja sampe 70 tahun.
Depe Tujuan apa kang ka Luar Negeri?
Ckckck … So sama jo DPR deng Rektor.
Yang ba bela kalo nda depe sudara, Penjilat ato so badapa fee.
Doakan Jo Pa Dorang … dan laporkan kalo ada penyimpangan.
..MANTAP INI KOMEN-KOMEN KOMANG SO SAMPE PAKE-PAKE AYAT DI ALKITAB…HAHHA…
…JANG MARAH-MARAH NGONI SAMUA..SOMO NATAL DENG TAHUN BARU INI KAWAN…!!!
qt orang kristen mohon maaf kalo memang demikian. mar yang pasti qt p mulu nda sebanding dengan ini kalalo p kelakuan dgn dp tindakan selama ini. lebe jahat qt kalo mo tulis satu2 dsini. mo lia noh sapa tuh mo tabale. sekian..
iyo kote, qt bukang pesuruh, for apa mo suruh2 urus tuh bgini, berenti lei. qt cuma sampaikan fakta bukan data yang nda jelas dari ini kalalo satu nih dia. supaya samua jelas bukang diskusi yang asal tulis..
@pendukung unsrat, cek bae2 dipensionkan ato memang dp waktu so msti pension…
Prof. Lucky rektor somo kase pension, supaya ilang satu suara
cara2 mafia ini eh, mungkin Rektor itu cocok jadi God of Father ( Bos Mafia)
depe cara2 talalu kasar, nda mencerminkan akademisi lebih dekat ke politisi
@Prof. Tole. Kalo dilihat Prof satu ini pe komen2…mungkin “pesuruh” Rektor untuk membackup pa dia di Berita Manado….
Prof. Tole…jang talalu kasar ja hina orang doe……bae2 ngana pe mulu pi pangana pe diri sendiri…Kalo ngana orang Kristen…..baca bae2 tu Amsal ato Mazmur…dgn minta ampun ngana pe kata2 ja bilang orang laeng biongo.
Jang tu kata itu tabale pangana pe diri….
Pantas tu unsrat nda ada tu gebrakan2 untuk memajukan Manado coba lia kakampung2 kalu KKN paling beking tugu, beking pot bunga, deng apa lei sto nda war2…Napa lei tu hasil unsrat di komen2 sini samua baku beking bego..
kalo ngana tau sedetil bgni, brrti ngana so satu rang dengan nih doktor biongo satu ini leh.smpe pigi israel leh ngana tau noh. qta p feeling dgn ngana ada pigi leh wktu itu. mar cek dulu mana tuh pake biaya sndiri dgn mana tuh tuh nynda, mana tuh ada pigi tahun lalu dgn mana tuh ada pigi satu kali bjalan. nda mo smpe brkali2 dalam 6 bulan. provokator depe nama itu. kira stow gampang mo dapa ijin dari menteri…
mar yang paling utama, bagaimana ngana p doktor biongo itu bacalon jo berikut kalalo vs kalalo torang lia sapa tuh mo untung, mo lia depe jago. kage cuma jago mo provokasi sana-sini ato beking ribut rapat serta itu kosong. sama2 kalalo mar ntau badukung saudara ngana p doktor biongo satu itu.
…NAH SUPAYA YG LAIN NYANDA MANGIRI…KASE AKANG JO DORANG TICKET PASIAR…PEGAWAI…SATPAM ATAU DOSEN YG LAIN…BIAR CUMA KE JAKARTA…SUPAYA KATU DORANG SANANG…APALAGI YG BLUM PERNAH KE JAKARTA…PASTI SANANG SKALI DORANG…
…BIAR KATA CUMA TAMBAH-TAMBAH FOTO DI FACEBOOK…IYO TOH..
…SKALI-SKALI NYANDA APA DORANG PIGI LUAR NEGERI ! BIAR NYANDA TAMBAH BOTAK ITU KAPALA…
..
….MAR JANG TALALU SERING DENG TALALU LAMA KANG..JANG DIA P MAHASISWA SOMO BINGO CARI-CARI….
…AHHH KALO KALANGAN INSTITUSI PENDIDIKAN SEMACAM UNSRAT INI ATAU YG LAIN NYANDA MASALAH KWA DI KELUAR NEGERI…
…MALAH LEBE BAGUS !…ASAL TENTU ADA MANFAAT YG DI DAPAT..
…REKTOR-REKTOR/DOSEN YG DULU JUGA SERING JUGA KE LUAR NEGERI…
…
..BANYAK DOSEN YG LULUSAN LUAR NEGERI DI UNSRAT..YG SEKOLAH DLL…DAN BANYAK JUGA DOSEN AHLI YG MENGAJAR DI UNSRAT…
…NYANDA MASALAH ASAL JELAS …JELAS HASILNYA DAN JELAS DOINYA…HAHHAHA
sadiki-sadiki anggota senat kase pasiar dgn doi kas Unsrat..supaya tahun depan so ndak mo babuang….mar ndak samua Prof bodoh…sayang Prof Lucky Rektor so ajukan pensiun kang….hmmm….
MAntap Prof. Tole, cocek brapa kali Rektor kaluar negeri ini tahun…baru dua kali…mmmm….masa so…kalo nda salah, ada pi Hongkong, pigi Amrik, pigi Inggris dan Negara Eropa lainnya, pigi Israel….
Dr. Kalalo ini waktu pemilihan dekan masih ada studi, jadi dia nda bacalon dekan waktu itu….
Prof. Tole…ngana memang bogo2 eh…nintau2 kwa mo ba komen…ato pura2 nintau…hahaha….Prof. Tole2…
Somo natal katu kang… Jadi pi belanja jo di luar negeri kong pulang kamari kase pamer…
Huahahaa…. nda salah orang ANEH. abis jabatan iyo, mar mo pake gugup doe. Huahahaaa.. cek jo di lapangan, so nda lama kwa. satu rang memang ngana dgn ini kalalo, sama2 asal bunyi.. berkali2 dalam 6 bulan??? sedang ini tahun baru 2x ada kaluar negeri termasuk yang ini.
nda salah ini doktor biongo kalalo ini yg nda jadi dekan, yang jadi malah kalalo yg laen. cuma tau provokasi sana-sini… sabar, samua ada waktunya doktor biongo…
biasa somo abis jabatan to…dengan dia so gugup jang nda terpilih lagi…jadi pasiar tareeeeeee….refreshing….
btw…Rektor keluar negeri memang tidak masalah, tapi setuju dgn Dr. Flora, kalo so berkali2 dalam 6 bulan…dodoe…mangkage itu dp nama
Mau mempelajari bagaimana cara mengajukan bailout kalau ada krisis ekonomi…soalnya di EU skarang lagi musim bailout juga mempelajari curah hujan yang berlebihan di eropa yang terjadi belakangan ini…Juga mau mempelajari bagaimana jatuhnya daunan waktu musim gugur.
So pasti seabis doi rakyat..