Meidi Pandean SH,
Pemerhati Politik Sangihe
MENUJU perhelatan Pilkada Sangihe pada 14 September gerak politik di Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin memanas. Apalagi memperebutkan tiket naik pentas bagi kandidat yang siap tarung masih menjadi konsentrasi penuh semua kandidat.
Jagoan Partai Golkar (PG) Sangihe yakni Drs. Winsulangi Salindeho yang juga Incumbent pun tetap ikut mekanisme menunggu hasil survey internal yang sedang berlangsung.
Kepiaiwan Beringin Sangihe dalam merumuskan paket pamungkas sepertinya selangkah lebih maju, bahkan membuat kandidat lainnya was-was ketika dua nama dari Beringin Sangihe mulai ditiupkan yakni, calon pasangan Drs Winsulangi Salindeho (WS) – Drs Sifriet Takarengkian Makagansa (STM).
Yang menarik dari kubuh PDI-P Sangihe yang bakal mengaklamasikan Jabes Gaghana maju papan satu, mendadak menegang setelah munculnya nama Heronimus R Makagangsa (HRM) yang masih memiliki ikatan saudara dengan STM, turut terjaring mendaftarkan diri ke sekretariat PDI-P posisi papan satu.
Beragam prediksi pun muncul. Ada yang mengatakan kehadiran (HRM) merupakan nilai tambah perkuat pertahanan PDI-P mengingat lemahnya hasil survey Gaghana. Disisi lain kehadiran (HRM) justru bakal memicu reaksi kader militan dan loyal terhadap pimpinan partai mereka. Hanya saja disebut sebut, Gahgana dengan lapang, menerima ‘Tamu’ yang kemungkinan bakal mengeser dirinya keluar dari barisan depan Kandangnya sendiri. Hal ini pun jadi cerita menarik bahkan Gahgana dipastikan ngotot untuk maju Papan satu, terkait harga diri partai yang dibangunya dengan jiwa-raga.
Gaghana sesungguhnya punya kans dan peluang besar dalam pertarungan ini, meski banyak pihak mewanti-wanti agar paket yang diloloskan dari PDI-P harus paket calon yang siap dan mumpuni guna membendung kekuatan incumbent. Nah, mungkinkah kehadiran HRM di kandang Banteng mampu melengkapi kekurangan di PDI-P? atau justru melahirkan gejolak internal yang lebih banyak ruginya ketimbang untung. Elit PDI-P tentu harus berfikir keras untuk mempaketkan calonnya dalam merebut sukses.
Sebab apapun rumusannya, HRM kemungkinan bisa jadi rival terberat kandidat Incumben. Persoalanya, apakah para elit PDI-P Sangihe legowo melepas peluang ini ke HRM yang jauh sebelumnya justru lebih sibuk merekatkan keutuhan Partai Gabungan (Pargab) bersama kandidat papan II yang disebut sebut sudah membuang miliaran formulasikan penyatuan pargab.
HRM adalah pecatur politik yang menurut banyak sumber sedang memainkan peran rumit untuk siap mengebrak pertarungan lewat PDI-P. Namun dilain sisi kalangan tertentu justru mengingatkan adannya tanda awas bagi PDI-P untuk tidak gegabah, mengingat kader dan simpatisan pro-Gaghana bukanlah kader yang mudah dibujuk atau tak berotak. Pertarungan hidup mati PDI-P sepatasnya dipertaruhkan kadernnya sendiri. Demikian disampaikan salah seorang wakil ketua PDI-P Sam Daleda. Kubu PDI-P memang lagi menegang.
Terlebih, HRM diprediksikan bakal menghindar bila berpasangan dengan Gaghana dengan alasan finansial. Manuver ala HRM cukup meramaikan geliat politik Sangihe terlebih dikubuh PDI-P. Demikian pula kubu pargab, masih membingungkan. Terlebih belakangan Tonny Sampakan (TS) yang diakui memiliki amunisi besar, juga mengambil formulir pendaftaran di Kandang Banteng.
Manuver seperti apakah yang kemungkinan dimainkan HRM yang kini mulai menyerunduk kandang orang lain untuk merebut kuasa didaerah ini? HRM lagi lagi jadi buah bibir, namun banyak pihak beranggapan bahwa langkah pasti ke sekretariat PDI-P untuk mendaftarkan diri itu hanyalah sebuah kamuflase sederhana yang punya maksud tertentu yakni demi kenyamanan Sang Istri yang sedang mengemban tugas rakyat dari lingkungan PDI-P.
Diprediksikan, jika HRM benar-benar berhasil merebut tiket naik pentas lewat PDI-P dan di sandingkan dengan Gaghana merupakan paket Ideal yang sesunguhnya juga kontroversi. Rasa ketersingungan bagi kandidat muda potensial Tonny Sampakang yang sudah mengeluarkan biaya miliaran untuk kelangengan perjuangan awal penyatuan Pargab kemungkinan sulit dihindari. Lalu seperti apa simpulan yang kemungkinan akan dikerucutkan PDI-P Sangihe dalam paket calonya nanti? Sas sus beredar, tak kurang dari empat pilihan yang masih samar namun dikabarkan mulai ditimbang-timbang antara lain Pasangan HRM- Gahgana, Gahgana – Thungari, HRM- Thungari dan HRM-Sampakang. Empat paket formulasi ini satu diantaranya kemungkinan dikrucutkan.
Mencermati kondisi kepengurusan PDI-P yang agak seret, langkah mulus kemungkinan tertuju ke figure dari lingkungan partai yakni Seunal Thungari yang dipastikan mampu menetralisir ketegangan di kubuh PDI-P. Thungari dinilai lebih pas dengan HRM ketimbang Gaghana mengingat financial Thungari, tak kala dibanding Tonni Sampakang yang belakangan mulai bingung ikut langkah kusut HRM yang disebut sebut kian fenomenal. Mampukah dia menggebak lawan atau justru tergelincir dari atas pentas? Kita ikuti terus perkembangan politik jelang pilkada yang kini tensinya mulai menuju takaran ambang batas.(*)
