
Manado, BeritaManado.com — Kalangan muda ternyata rentan terjangkiti virus corona.
Menurut Deskripsi Epidemiologi COVID-19 Provinsi Sulut, jenjang usia produktif justru terbanyak terkonfirmasi positif.
Ada 120 kasus positif COVID-19 di Sulut dengan umur antara 20-44 tahun.
Lebih banyak dari usia 60 tahun ke atas dengan 29 kasus.
Pemahaman yang penting diketahui publik, bahwa corona bisa menjangkiti siapa saja.
Tidak peduli berapa pun umur seseorang.
Yang membedakan adalah efek setelah terpapar.
Hal tersebut dijelaskan Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Manado (Unima), dr Agusteivie Telew, M.Kes, AIFO saat dihubungi BeritaManado.com, Rabu (27/5/2020).
Agusteivie Telew menerangkan, belum ada peneletian membuktikan seseorang kebal dengan COVID-19.
Menurut Telew, jika telah terjadi kontak dengan seseorang yang sebelumnya positif, maka peluang terjangkit semakin besar.
“Tidak harus kontak langsung dengan pengidap. Bisa dari perantara benda padat atau cipratan cairan dopler,” bebernya.
Menurut Agusteivie Telew, tidak heran jika usia muda paling banyak terkonfirmasi positif.
Pasalnya, aktifitas 45 tahun ke bawah lebih banyak di luar rumah.
Apalagi mereka adalah usia kerja yang harus menghidupi keluarga.
“Dan apa saja aktifitas saat di luar, tentu sangat banyak,” katanya.
Yang jadi masalah, kaula muda cenderung tidak menyadari dia sudah terjangkit atau tidak.
Sehingga tanpa sadar terus beraktifitas dan memperpanjang rantai penyebaran.
“Makanya adalah istilah orang tanpa gejala (OTG), tidak ada sakit apapun. Beruntung yang sudah terdeteksi, bagaimana dengan yang belum,” jelas Agusteivie.
