
BeritaManado.com — Singapura, Indonesia, dan Malaysia harus bersiap menghadapi potensi kabut asap lintas batas yang parah di sisa tahun 2025.
Peringatan ini datang dari Institut Hubungan Internasional Singapura (SIIA) dalam penilaian terbarunya yang dirilis Senin (28/7/2025).
Yang patut diwaspadai, tingkat risiko ini telah meningkat dibandingkan penilaian SIIA tahun 2024 yang hanya menempatkannya pada kategori “rendah”.
Artinya, situasi saat ini lebih genting dari sebelumnya.
Beberapa faktor pendorong utama di balik peningkatan risiko ini adalah harga produk pertanian yang melonjak dan peningkatan deforestasi.
Keduanya secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berujung pada kabut asap.
Buktinya, pertengahan Juli ini saja sudah terlihat lonjakan titik panas dan kabut asap di beberapa wilayah Sumatera, bahkan kabut asap lintas batas telah berembus hingga ke Semenanjung Malaysia.
Laporan SIIA juga menyoroti potensi dampak tak terduga dari perubahan ekonomi dan kebijakan.
Jika pembakaran lahan masih terus digunakan untuk pembukaan lahan, perubahan ini justru bisa memicu deforestasi lebih lanjut dan memperparah risiko kabut asap.
Pandangan ke depan pun tak kalah mengkhawatirkan.
Tren iklim mengindikasikan kemungkinan musim kemarau yang tidak biasa antara tahun 2027 hingga 2030.
Jika ini terjadi, risiko kabut asap lintas batas di wilayah tersebut bisa semakin memburuk.
(sumber:xinhuanews)
