Kota Bitung

Warga Lembut Enggan Gunakan Tabung 3 Kg

BITUNG—Program kebijakan pemerintah untuk melakukan konversi minyak tanah ke gas rupanya tidak berjalan mulus di wilayah Kota Bitung. Pasalnya sejumlah warga Kota Bitung, seperti di Kecamatan Lembeh Utara (Lembut) mengaku enggan menggunakan tabung gas 3 kilo gram (Kg) yang dibagikan secara gratis oleh pihak Pertamina bekerjasama dengan Pemkot Bitung.

“Saat ini program bantuan kompor dan tabung gas 3 Kg yang di terima oleh warga kecamatan Lembut baru 10% dari 2432 kepala keluarga yang bakal menerima bantuan tersebut,” kata Camat Lemut Franky Ladi, Kamis (24/8).

Ladi sendiri mengaku, warga belum mau mengambil bantuan tersebut dengan alasan takut kompor dan tabung 3 Kg tersebut meledak. Ditambah lagi warga masih bingung harus melakukan pengisian dimana jika tabung yang mereka gunakan habis, sehingga sebagian warga tetap bertahan menggunakan minyak tanah dan kayu bakar.

“Walaupun perangkat kecamatan dan kelurahan selalu mensosialisasikan jika ditangani sesuai ketentuan maka penggunaan bantuan tabung gas tersebut tidak berbahaya, namun masyarakat masih merasa penggunaan kayu bakar lebih efektif karena tidak mengeluarkan dana yang besar,” jelas Ladi.

Ditambah lagi menurut Ladi, jika nantinya ada pangkalan tabung gas, itupun harus mengeluarkan biaya yang tidak seimbang dengan harga pengisian seperti yang sosialisasikan pihak Pertamina dengan harga Rp13 ribu per tabung gas. Belum lagi kendala lain menurutnya, jauhnya lokasi pangkalan sedangkan 10 kelurahan tersebut cukup berjauhan tidak sama dengan yang wilayah daratan kota Bitung lainnya.(en)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara