Kota Bitung

Warga Hadang Kendaraan MSM/TTN di Pinasungkulan

Perusahaan tambang PT MSM dan PT TTN (foto beritamanado)
Perusahaan tambang PT MSM dan PT TTN (foto beritamanado)

Bitung—Puluhan warga melakukan aksi penghadangan terhadap kendaraan PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya (MSM/TTN), Selasa (26/2) pagi. Aksi penghadangan ini sendiri menurut warga sudah dilakukan dari hari Senin (27/2) pagi karena masalah janji PT MSM/TTN yang belum ditepati.

“Pihak perusahaan berjanji untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja, tapi hingga saat ini belum juga terlaksana. Terpaksa kami menghentikan kendaraan perusahaan yang akan mengangkut sejumlah kebutuhan operasional ke lokasi tambang,” kata sejumlah warga.

Warga sendiri mengaku tuntutan yang mereka sampaikan sudah beberapa kali disampaikan. Tapi perusahaan hanya berjanji dan berjanji tanpa ada realisasi atas tuntutan mereka dipekerjakan. “Aksi ini akan terus kami lakukan sampai perusahaan menepati janji,” katanya.

Sementara itu, humas PT MSM/TTN, Herry ‘Inyo’ Rumondor membenarkan aksi penghadangan yang dilakukan warga di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu. Tapi ia mengaku bingung jika Selasa pagi warga masih melakukan penghadangan, karena menurutnya masalah tersebut sudah dibicarakan dengan warga pada hari sebelumnya.

“Kemarin (Senin-red) sudah ada pertemuan dengan warga dan tuntutan mereka akan diselesaikan dalam 2 atau 3 hari ini. Jadi saya bingung jika masih ada aksi penghadangan hari ini karena kemarin sudah sepakat tidak ada penghadangan lagi,” kata Rumondor via pesan singkat kepada beritamanado.com.

Ia juga mengatakan tuntutan warga masalah tenaga kerja dan itu sudah disampaikan kepada management perusahaan dan saat ini sudah sementara berproses. “Saya tidak habis pikir kalau hari ini masih ada penghadangan. Harusnya warga bisa bersabar dan menepati janji untuk tidak melakukan penghadangan lagi,” katanya.(enk)

Satu tanggapan untuk “Warga Hadang Kendaraan MSM/TTN di Pinasungkulan”

  1. jngan stengah2 donk membereskan masalah ini…bukan hnya msalah tenaga kerja saja yg bikin repot…tapi masalah pembebasan tanah warga juga yg tidak jelas…

    masa hrga tanah warga sama dengan hrga sebungkus gado2..?????? 10.000/mter memang warga setempat tidak pernah di hargai….bukan nya ini prusahan asing…? knapa jadi kita yang di rugikan..?
    sudah membuat hancur cagar alam…bahkan membuat rusuh,dan tidak pernah selesai….
    mana pihak pemerintah yg kata nya waktu kampanye,mau memperjuangkan hak2 masyarakat…? apa jngan2 pemerintah makan suap…?

    who knows….???????????????????????????

    masalah pmbebasan tanah ini sudah saya dengar sejak saya berumur 9thn (1989-2013)dr jaman soerharto sampai jaman ini…orang tua saya punya tnah dsana,di pinenek…gak ada penyelesaian nya…amit2 dech…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara