Kota Manado

Wali Kota Manado Curhat

MANADO – Ini baru menarik, saat ibadah DPC GAMKI Manado yang berlangsung di Rudis Wali Kota, Senin (29/8) malam, sang Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, sedikit banyak membeberkan uneg-uneg alias curahan hatinya selama memimpin Kota Manado terlebih menjawab soal rolling pejabat di Pemkot Manado yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat saat ini.

Sayangnya Lumentut, seusai mengungkapkan curahan hatinya meminta agar hal tersebut tidak di publikasikan secara terbuka. ”Teman-teman pers yang hadir tidak usalah ini ditulis. Saya tidak mau pernyataan saya ini nanti ditanggapi macam-macam. Saya hanya bertekad membangun Kota Manado menjadi lebih baik, ”ujar Lumentut saat itu.

Dia menambahkan, kedepan dia sangat ingin agar GAMKI membedah budaya baku cungkel yang merupakan budaya negatif di Sulut.

”Saya pikir baiknya kita membahas, membedah budaya baku cungkel yang akhirnya merugikan daerah ini. Bagimana kalo torang pe kader-kader terbaik so ditampah yang tidak seharusnya, ”ujarnya lalu tersenyum penuh makna.(don)

10 tanggapan untuk “Wali Kota Manado Curhat”

  1. seorang pemimpin harusnya sdh tau n siap menerima serta menghadapi tiap kritikan!!!!!!!!!!
    bku cungkel bkn budaya!!!!!!!!!!!!!!
    klo nd slh budaya p pngertian adlh sesuatu yg telah mengakar dan terus berproses dari sebuah kebiasaan hingga diakui sebagai warisan yang hrus dipelihara,,
    klo so bgini,berarti smua masyrakat manado secara langsung mewarisi dan terlibat dalam “budaya baku cungkel”,semua masayarakat dan tidak terkecuali PEMIMPIN kota manado(cz pmimpin kan msyarakat yg sangat cinta manado) psti prnah baku cungkel,stuju???
    nnti mnta tlg dinas kebudayaan n pariwisata yang lestarikan itu budaya “baku cungkel”,smua budaya harus di lestarikan to????……..

  2. Curhat itu manusiawi. Apalagi ada teman untuk berbagi. Rasul sekaliber Paulus saja curhat. Kristus sendiri juga curhat kepada BapaNya di Getsemani. Soal beda pendapat dan protes terhadap kebijakan pemerintah juga sah-sah saja. Tapi kalau curhat, beda pendapat, dan protes bermuara pada keinginan mengganti kepemimpinan produk pemilukada, itu yg harus didiskusikan bagaimana membiasakan masyarakat menyalurkan partisipasi politiknya pada tempatnya dan pada proporsinya.

  3. @adano ketika aturan,kewnangan serta kekuasaan dijadikan senjata untuk baku cungkel itu lebih parah lagi..karna biasanya aturan d lingkup kekuasaan biasanya menajdi kebal…

  4. @adano ketika aturan dan kewenagan serta kekuasaan menjadi senjata for cungkel orang itu lebih parah lagi…..karena aturan di lingkup kekuasaan biasanya menjadi kebal….

  5. Jangan memanfaatkan itu istilah “baku cungkel” buat melegalkan keputusan yang kurang tepat dan rawan polemik. Wajarlah kalau dicungkel2 dan nda samua yang bacungkel ada muatan politis! Torang cungkel2 itu ke-se-wenang2an.

  6. Betul sekali itu Pak Wali, kenapa banyak pemimpin dan kader daerah ini telah berada di tempat yang tidak seharusnya. Saya setuju jika budaya baku cungkel torang hilangkan. Bikin suatu seminar kong depe pembicara seperti SHS, EE Mangindaan, RML, GSV Lumentut, dll.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara