
Dra Myke EM Poluan, Ketua AGIS Minsel
“Poluan: Semua Guru Sertifikasi Dipotong Pajak”
AMURANG—Akibat pemberitaan di sejumlah media cetak dan online soal pemotongan pajak terhadap guru di Minahasa Selatan. Kini, antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel dan Aliansi Guru Indonesia Suluawesi Utara (AGIS) cabang Minsel memanas. Memanasnya AGIS-Dikpora akibat sama-sama menilai memiliki kebenaran.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Drs Jan Rattu, MPd menyebut, bahwa pemotongan pajak tunjangan sertifikasi hanya terjadi pada 3 guru. ‘’Bukan semua guru dan kami akui kalau pemotongan 3 guru sebanyak 5 bulan. Olehnya, harus diklarifikasi jumlah guru yang sebenarnya dipotong,’’ kata Rattu kepada sejumlah media dir uang kerjanya Kamis (8/9) tadi.
“Saya tegaskan, bahwa tidak ada pemotongan tunjangan sertifikasi guru semuanya di Minsel. Dari jumlah itu tidak sebenarnya. Dengan demikian, harus diklarifikasi pembenarannya. Sekali lagi, harus diluruskan semua pemberitaan dimaksud,’’ jelas Rattu.
Sementara itu, ditemui terpisah, Ketua AGIS Minsel Dra Myke EM Poluan mengaku kalau pernyataan Rattu bohong. ‘’Padahal, semua guru sertifikasi tunjangannya dipotong. Ada sekitar 1.050 guru pajaknya dipotong, bukan seperti kata dia,’’ ungkap Poluan.
‘’Kami punya data print out dari Bank Sulut cabang Amurang semua guru sertifikasi dipotong. Dari banyaknya guru-guru semua mengaku terjadi pemotongan sebesar 15 persen dari jumlah gaji pokok. Sekali lagi, kalau disebut pak Rattu hanya 3 guru saja, itu putar balik dan ingin menghilangkan fakta yang sebenarnya,’’ tegas Poluan yang juga staf pengajar di SMAN 1 Amurang.
“Sebagai contoh, pemotongan sertifikasi selang 3 bulan kalau dibandingkan Rp 3.039.900/bulan saya mendapat Rp 9.151.800 juta. Tetapi, ternyata setelah dipotong jumlahya tinggal Rp 7.728.795 juta. Dengan demikian, ada selisih Rp 1.423.105 atau sekitar Rp 474.368/bulan,” tambahnya.
‘’Nah, disini jelas-jelas AGIS mempertanyakan dikemanakan sisa hasil pemotongan yang jumlahnya tak sedikit itu. Maka dari itu, AGIS minta pernyataan Kadis Rattu jangan sembarang ngomong soal jumlah dan besar gaji yang dipotong. Kalau mau bukti, undang semua guru sertifikasi dan tanya satu persatu,’’ tegas Poluan dengan nada sedikit meninggi. (ape)

manado…surga para koruptorrrr…salutt..!!!
Bagimana dang itu kasus DAK 2010? So sampe mana? dengar2 somo ada tersangka kata?
AGIS Minsel maju terus jangan takut mengungkapkan kebenaran, apalgi ada data otentik, ungkap saja kepublik data itu, supaya para pembohong tau diri ndak sembarang bicara. Bravo AGIS Minsel.