
Manado, Beritamanado.com – Beredar di media sosial mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diduga mengalami pemasungan oleh ibu tirinya sendiri.
Perempuan yang dipasung ini berinisial KYS berumur sekitar 20 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat Manado.
Pengunggah postingan menuliskan jika KYS diduga disekap dan mengalami penganiayaan oleh sang ibu tiri tersebut.
Dalam video yang diunggah di media sosial tersebut tampak seorang perempuan muda sedang terbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki terikat.
Terlihat pula sejumlah luka di tubuh korban.
Merespon dugaan peristiwa ini pihak kepolisian di Manado langsung angkat bicara.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso membenarkan jika memang ada informasi terkait peristiwa tersebut.
“Ada informasi tentang kekerasan terhadap perempuan berinisial KYS oleh orang tua angkatnya, dan saat ini korban sudah dijemput dan mendapatkan perlindungan di shelter (penampungan) UPTD PPA,” ungkap Sugeng, Senin (10/10/2022).
Diketahui orang tua angkat angkat tidak terima anaknya diamankan di penampungan.
Lalu mereka menyusul dan memaksa masuk kedalam shelter serta membuat keributan dengan alasan anaknya sakit jiwa.
“Sempat terjadi keributan karena ayah dan ibu angkat memaksa masuk,” ungkap Sugeng.
Sugeng menegaskan jika tak ada laporan di Polresta Manado, diajuga mengatakan jika sang mahasiswi terindikasi gangguan kejiwaan.
“Yang bersangkutan memang ada indikasi gangguan kejiwaan,” tandas Sugeng.
Terpisah, Kepala UPTD PPA Sulut Marsel Silom membenarkan kejadian tersebut, dia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan mengevakuasi korban pada Sabtu (8/10) malam.
“Sejak viral UPTD PPA memberikan pendamping hukum dan berkoordinasi dengan Polda untuk evakuasi,” ungkap Marsel, Senin (10/10/2022).
Pihak UPTD PPA sedang mendalami terkait kasus ini.
“Sejak diamankan belum dilakukan pendalaman, jadi hari ini mau pendalaman dan pendampingan untuk cari tahu apa sebenarnya yang terjadi,” kata Marsel.
Untuk diketahui sementara ini pihak UPTD PPA melakukan tahap pendampingan psikolog kepada korban.
