Berita Utama

Victor Mailangkay: Cover Tempo Soal Surya Paloh Sudah Lampaui Batas

Victor Mailangkay Ketua DPW NasDem Sulut sikap cover Tempo soal Surya Paloh
Victor Mailangkay, Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara, menyampaikan keprihatinan atas sampul terbaru Majalah Tempo yang dinilai melampaui batas kritik yang sehat terhadap Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Penulis: Tim Redaksi

Ada momen ketika sebuah gambar berbicara lebih keras dari seribu kata dan tidak selalu dalam arti yang baik. Victor Mailangkay, Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara, mengangkat keprihatinan mendalam atas tampilan sampul terbaru Majalah Tempo yang menampilkan ilustrasi Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Baginya, apa yang tersaji di sana telah melangkah jauh melewati batas kritik yang sehat.

Keprihatinan itu disampaikan bukan dengan amarah, melainkan dengan ketenangan yang justru terasa lebih kuat.

Victor memilih kata-katanya dengan hati-hati menegaskan bahwa penghormatan terhadap kebebasan pers adalah sesuatu yang tak pernah ia ragukan.

“Kritik itu bagian dari demokrasi. Kami sangat menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama dalam kehidupan berbangsa. Namun, kebebasan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika,” kata Victor.

Ketika Visual Melampaui Kritik: Catatan Victor Mailangkay untuk Tempo

Di sinilah inti dari keberatan Victor.

Ilustrasi dan simbol dalam media massa bukan sekadar penghias halaman, ia membentuk cara jutaan orang memandang seseorang, bahkan sebelum mereka membaca satu baris pun dari isinya.

“Apa yang disajikan dalam cover terbaru Tempo menurut kami bukan lagi sekadar kritik, melainkan sudah masuk pada bentuk penyajian visual yang merendahkan sosok Bapak Surya Paloh secara tidak proporsional. Penyampaian pesan melalui ilustrasi dan simbol memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Ketika visual tersebut cenderung mendistorsi martabat seseorang, maka yang terjadi bukan lagi kontrol sosial yang sehat, tetapi pembentukan opini yang bias,” ungkapnya.

Victor tidak menutup ruang bagi kritik itu sendiri.

Surya Paloh adalah tokoh publik dan sebagai tokoh publik, ia memang terbuka untuk disorot, dipertanyakan, bahkan dikritik tajam sekalipun.

Namun justru karena itulah, standar penyampaiannya seharusnya lebih tinggi, bukan lebih rendah.

“Sosok Bapak Surya Paloh adalah bagian dari ruang publik yang terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang dibangun seharusnya berangkat dari substansi, bukan framing visual yang berpotensi merendahkan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi cara menyampaikannya harus tetap mencerminkan kedewasaan dan integritas,” tuturnya.

Surya Paloh dan Standar Pers yang Diharapkan Victor Mailangkay

Bagi Victor, inilah sesungguhnya ujian bagi setiap media yang mengklaim dirinya berkualitas bukan seberapa keras ia berani bersuara, melainkan seberapa bijak ia memilih cara bersuara.

“Kami percaya, media memiliki peran penting sebagai penjaga akal sehat publik. Kritik yang tajam tetap bisa disampaikan tanpa harus menjatuhkan harkat dan kehormatan individu. Justru di situlah kualitas sebuah media diuji mampu menyampaikan pesan secara kuat, namun tetap menjunjung tinggi etika dan kepatutan,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan sebuah harapan yang terasa seperti undangan sekaligus peringatan yang disampaikan dengan penuh keluhuran.

“Kami berharap ke depan, media dapat terus menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral kepada publik. Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi individu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap media itu sendiri,” pungkas Victor Mailangkay.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara