Manado-Walikota Manado, Dr. Ir. GS Vicky Lumentut SH, M.Si, DEA, Sabtu (20/7) bersama jajaran mengendarai sepeda motor menyusuri wilayah Kota Manado, untuk memantau sejumlah wilayah yang mengalami longsor dan banjir akibat cuaca ekstrim.
“Tingkat resiko bencana di kota Manado, yang terdiri dari gempa bumi, tanah longsor, banjir dan tsunami secara teori cukup tinggi; masyarakat harus waspada,” ingat Walikota yang visioner ini.
Lebih lanjut dikatakannya, Pemkot Manado sedang dan terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk mengurangi resiko bencana yang meliputi langkah-langkah sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, dan pasca terjadi bencana.
“Di kota Manado ada lima sungai yang memiliki potensi bahaya banjir, yaitu sungai Bailang, Sawangan, Tondano, Sario, dan Malalayang; dan yang sangat beresiko adalah sungai/DAS Tondano karena air banjirnya deras dan disertai dengan sampah,” katanya.
Lanjut dua terdapat tiga pilar yang harus bekerjasama untuk mencegah bencana, yaitu akademisi dengan cara memberikan buah pikiran untuk mengatasi masalah banjir; pemerintah selaku regulator; dan masyarakat berperan menaati regulasi/kebijakan yang terkait dengan upaya penanggulangan bencana.
Lokasi yang didatangi Walikota dan rombongan antara lain longsor di Kelurahan Taas yang menimpa rumah keluarga Balak-Moray dan SDN 106; banjir yang menggenangi jalan di depan Perum Wenang Permai; banjir di Kecamatan Tuminting dan longsor di Mahawu. (*/alf)
