Berita Utama

Veronica Kumurur: Manado Masih Unggul Air Bersih

Veronica Kumurur

Dr Ir Veronica Kumurur, MSi (foto BeritaManado.com)

Manado – Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) melansir hasil survey Indonesian Most Livable City Index dengan hasil tujuh kota di Indonesia yang dianggap paling nyaman untuk ditinggali.

Sayangnya, Kota Manado tidak masuk dalam daftar kota yang disurvei.

“Saya pikir Kota Manado memang belum pantas masuk kategori demikian (Kota Paling Nyaman dan Layak Huni,red) karena manado belum memiliki semua indikator sebagaimana survey dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP),” ungkap Dr Ir Veronica Kumurur MSi, ketua program studi Perencanaan Wilayah dan Kota, jurusan Arsitek Fakultas Teknik Unsrat kepada BeritaManado.com, Rabu (13/8/2014).

Namun Kumurur juga memastikan bila Manado memiliki keunggulan lain, termasuk ketersediaan air bersih.

“Ketersediaan dan kualitas air bersih saya pikir Manado masih punya,” tambah Kumurur.

Peter Karl Bart Assa

Dr. Peter Karl Bart Assa, ST., M.Sc., PhD. (Foto BeritaManado.com)

 

Pernyataan tersebut mendapatkan tanggapan langsung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado Dr. Peter Karl Bart Assa, ST., M.Sc., PhD.

Dikatakannya, pihaknya tidak tahu pasti kriteria dan siapa saja tim penilai untuk kategori kota yang paling nyaman dan layak huni yang digunakan lembaga survey tersebut.

“Saya tidak tahu kriteria yang digunakan seperti apa, siapa-siapa yang menilai, apakah kelompok tim penilai yang tetap atau orang berbeda yang masing-masing mempunyai lokasi penilaian yang berbeda pula. Lagipula yang diungkapkan adalah yang paling. Saya menangkapnya bahwa bukan berarti Kota Manado yang tidak layak huni dan tidak nyaman. Mungkin maksudnya Kota Manado adalah kota layak huni dan nyaman namun belum masuk 7 besar di Indonesia,” kata Assa.

Meski pun begitu, dirinya sangat yakin bahwa Manado merupakan kota nyaman dan layak dihuni karena telah terbukti dan menuai tanggapan positif dari banyak kalangan masyarakat dari luar daerah.

“Saya bisa patikan seperti itu (Manado nyaman dan layak huni, red). Kalau tidak layak huni tentu sedikit orang mau tinggal dan hidup di Kota Manado. Realita berbicara yg saya kira pantas kita akui bahwa banyak orang daerah lain ketika datang bekerja di Manado justru sudah tidak mau kembali ke daerahnya, karena merasa lebih nyaman dan tentram tinggal di kota Manado,” tutur Assa melalui via BBM pribadinya.

Ditambahkannya, data menunjukkan bahwa terjadi lonjakkan penduduk di kota Manado sejak tahun 2012. Jumlahnya juga fantastis yang lebih dari 100.000 penduduk dalam 2 tahun.

“Nah parameter apa yang mempengaruhi???. Tentu antara lain adalah kebersihan kota, keramahan dan keterbukaan penduduknya, keamanan yg relatif baik, dan fasilitas atau program pemerintah yg menyentuh rakyat cukup banyak disini, seperti UC, PBL, dana duka dan program lainnya,” kuncinya. (timbmc)

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara