Bisnis dan Ekonomi

Usaha Jadi Jaminan, KUR di bawah Rp100 Juta Bebas Agunan Tambahan

Adapun untuk penyelesaian dengan penagihan serta back-up asuransi kredit.

BRI menargetkan NPL KUR Mikro di 1,5-2 persen tahun ini.

Kuota penyaluran KUR BRI tahun ini Rp270 triliun.

Di 2022, BRI menyalurkan KUR Rp252,38 triliun ke 6,5 juta debitur.

GM Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI Sunarna Eka Nugraha menyebut, BNI sudah menjalankan kebijakan ini dengan tidak menitikberatkan agunan tambahan.

BNI juga melakukan pendekatan pembiayaan melalui skema ekosistem atau klaster.

“Bank mengamankan kredit dengan meningkatkan kepastian keberlanjutan usaha, meminimalisir risiko pasar dan meningkatkan urgensi pelaku usaha melakukan pembayaran kewajiban tepat waktu. NPL KUR BNI pun diprediksi akan ada di bawah 1 persen,” jelas Sunarna.

Diketahui, lewat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No 1/2023 yang terbit akhir Januari 2023, bunga KUR diterapkan berjenjang.

Bunga KUR super mikro 3 persen dengan plafon maksimal Rp10 juta dan jangka waktu hingga 3 tahun sedangkan untuk investasi sampai 5 tahun.

KUR dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta memiliki tenor sama dengan KUR super mikro.

Suku bunga tergantung tipe calon penerima KUR.

Bagi calon debitur yang pertama kali mengakses KUR mikro dikenakan bunga 6 persen, kedua kali 7 persen, ketiga kali 8 persen dan keempat kali 9 persen.

Suku bunga ini juga berlaku berjenjang bagi debitur KUR dengan plafon Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta, namun tenor lebih lama untuk kredit modal kerja 4 tahun dan imvestasi 5 tahun.

Lalu, penerima KUR dengan plafon Rp100 juta ke bawah tak perlu menyertakan agunan, mirip dengan aturan sebelumnya.

Namun, aturan baru ini melarang bank meminta agunan tambahan seperti sertifikat rumah, tanah, atau kendaraan kepada para calon debitur KUR.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara