Amurang – Ahli Andalan KTNA Nasional George J. Umpel mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan butuh evaluasi yang serius instansi hijau khususnya Dinas Pertanian dan BP4K Minsel.
Pasalnya dinilai, hingga kini petani Minsel masih jauh tertinggal dengan daerah lainya artian pertanian di Minsel tidak ada kemajuan dilihat dari hasil pertanian yang ada.
“Hasil petani tidak optimal dikarenakan lemahannya kenerja dari instansi terkait itu sendiri, karena seharusnya perlu diadakan pelatihan pelatihan kepada petani, untuk membuat pupuk organik sendiri, karena pangan pupuk organic tersedia melimpa di sekitar petani, termasuk limba-limba pertanian dan berbagai jenis pupuk kandang,” tukas Umpel, belum lama ini.
Lanjut Umpel menegaskan, Dinas Pertanian dan BP4K seharusnya mampu membuat kegiatan dengan dan membuka kerja sama untuk memperjuangkan lingkup pertanian dan berbagai kebutuhan petani untuk menciptakan petani menuju swasembada pangan di Minahasa Selatan.
Selain itu dengan hasil pelatihan petani, kedepan produksi pertanian seperti jagung bisa meningkat signifikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Minsel, Decky Kentjem, mengatakan di Minahasa Selatan ada sekitar 1200 kelompok tani, dan pertanian di daerah ini diakuinya belum optimal.
“Ini dikarenakan sarana prasarana terbatas, modal kerja dan penguasaan lahan dan tenaga penyuluh sangatlah kurang,” aku Keintjem ketika dihubungi BeritaManado.com (sanlylendongan)
