Kota Manado

UMP Sulut Tertinggi ketiga di Indonesia, Dinilai Beresiko Didominasi Pekerja “Asing”

Kota Manado menjadi daya tarik tenaga kerja luar daerah
Kota Manado menjadi daya tarik para pekerja dari luar daerah.

 

Manado, BeritaManado.com – Besaran UMP Sulut 2018 yang sudah ditetapkan Gubernur Olly Dondokambey sebesar Rp. 2.824,286 diakuinya sangat beresiko.

Resiko tersebut diantaranya Sulut bakal menjadi incaran para pekerja “asing” dari luar daerah yang UMP nya tentu lebih kecil seperti Gorontalo dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

Menyadari hal itu, Olly Dondokambey pun menghimbau agar para pengusaha mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Saya kira pengusaha di Sulut harus benar-benar melihat hal-hal ini, bagi pekerja di Sulawesi Utara juga harus meningkatkan kualitas agar bisa (bersaing) bekerja dengan baik,” harap Olly Dondokambey.

 

(Rizath Polii)

 

Baca juga berita terkiat UMP Sulut 2018:

 

Satu tanggapan untuk “UMP Sulut Tertinggi ketiga di Indonesia, Dinilai Beresiko Didominasi Pekerja “Asing””

  1. Khawatir dengan pekerja asing? Pemerintah seharusnya khawatir dengan tingkat pengangguran SULUT yang meningkat tajam. Dengan menaikkan UMP secara signifikan dalam 4 tahun terakhir ini dan dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti sekarang, saya yakin tingkat pengangguran akan naik secara signifikan dalam 1-2 tahun kedepan. UMP sebelumnya saja sudah termasuk parah untuk pengusaha dan saya sebagai pengusaha telah melihat bahwa banyak pekerja yang di PHK tidak mendapat lapangan pekerjaan baru dalam 1-2 tahun sesudah di PHK.

    Sebagai pengusaha, saya melihat keputusan kenaikan UMP ini terlalu dipaksakan oleh pemerintah SULUT. Ditambah lagi dengan kondisi regulasi birokrasi yang masih susah dan penuh pungli, juga kenaikan TDL dan pasokan listrik SULUT yang tidak menentu, lengkaplah sudah faktor-faktor untuk resesi ekonomi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara