Sebagai fungsi legislasi, Lomban berjanji, akan mendorong pihak-pihak terkait untuk membangun sinergitas.
“Misalnya dengan menggelar RDP bersama untuk menyatukan persepsi agar UMKM-IKM dapat terfasilitasi bukan hanya di Minut tetapi di Sulut,” tutup dia.
Peningkatan kualitas UMKM-IKM di Sulut juga memacu pertumbuhan ekonomi. Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Kamis (5/8/2021) lalu merilis data ekonomi Sulut pada triwulan II-2021 tumbuh 8,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pencapaian ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia triwulan II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy).
Sebelumnya, ekonomi Sulut tumbuh 1,87 persen pada triwulan I-2021. Sementara pada triwulan II-2020, ekonomi Sulut harus mengalami kontraksi hingga minus 3,84 persen.
Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha di Sulut mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II-2021 dengan pertumbuhan paling signifikan dialami oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 70,62 persen.
(Mega Anggawirya Zas)
