
Pemberian abu di dahi sebagai tanda memasuki masa Pra-Paskah
Langowan, BeritaManado.com — Umat Katolik di seluruh dunia resmi memasuki masa Pra-Paskah tahun 2026.
Hal itu ditandai dengan pemberian abu di dahi setiap umat yang mengikuti Misa Rabu Abu.
Demikian juga dengan umat Katolik di Paroki St. Petrus Langowan, Rabu (18/2/2026).
Misa Rabu Abu itu sendiri dipimpin oleh Pater Claudius OCD.
Dalam khitbahnya, Pater Claudius mengajak umat yang hadir untuk melakukan pemurnian hati melalui puasa dan pantang.
“Berpuasa dan pantang dalam Gereja Katolik lebih dititikberatkan pada senauh mana unat mau belajar untuk mengendalikan diri dadi keinginan-keinginan duniawi,” ungkap Pater Cluadius.
Ditambahkannya, dalam puasa dan pantang ini, umat juga diajak untuk bersedekah melalui Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Dalam masa Pra-Paslah selama lima pekan, umat diharapkan juga dapat mempersiapkan batin dengan membanhun sikap tobat.
Setelah melalui masa Pra-Paskah, umat akan memasuki peoan suci yang akan berpuncak pada perayaan kebangkitan Yesus pada Hari Raya Paskah.
(Frangki Wullur)
