Politik dan Pemerintahan

Turis Mulai Keluhkan Pelayanan Wisata di Sulut, Warning Bagi Pemkot/Pemkab

Turis Tiongkok ke Sulut Tembus 10 Ribu Orang
Turis Tiongkok ke Sulut Tembus 10 Ribu Orang

Manado – Langkah Pemerintah Provinsi Sulut dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan wagub Steven Kandouw dalam memajukan sektor pariwisata guna lebih mensejahterakan masyarakat Sulut, belum sepenuhnya di dukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Kota.

Walaupun saat ini data kunjungan turis hingga bulan September telah menembus angka 18.519 orang namun masih banyak kekurangan yang belum diatasi secara cepat oleh pemerintah Kabupaten Kota, meskipun Pemprov Sulut telah melakukan terobosan cepat untuk mendatangkan para turis tersebut.

Dalam evaluasi bersama antara Wagub Steven Kandouw bersama satgas pariwisata Sulut dan para kepala dinas pariwisata kabupaten kota Kamis (8/9/2016), didapati sejumlah kendala di lapangan yang dikeluhkan para turis saat melakukan perjalanan wisata.

ADVERTISEMENT

Keluhan tersebut diantaranya seperti di kota Manado pelayanan restaurant yang lama dan pelayanan kurang ramah, penanda lokasi wisata menggunakan bahasa mandarisangat kurang, begitu juga dengan souvenir bertuliskan bahasa mandarin.

Selain itu pantai malalayang gelap dimalam hari tak luput dari keluhan para turis asal Tiongkok ditambah lagi minimnya hiburan malam yang ada Kota Manado dan juga daerah kabupaten/kota lainnya.

Kemacetan juga menjadi salah satu kendala para turis tidak cukup puas menghabiskan waktunya di Bumi Nyiur Melambai ini, minim atraksi budaya, kurangnya lokasi foto juga menjadi kendala. Sopir taksi juga tak luput dari keluhan para turis karena memasang tarif seenaknya.

Sama halnya juga dengan Kota Tomohon, Bitung dan Kabupaten Minutkarena kekurangan penanda lokasi wilayah pariwisata, atraksi budaya dan brosur berbahasa mandarin.

Menanggapi berbagai keluhan para turis tersebut Steven Kandouw menghimbau kepada pemerintah kabupaten kota untuk lebih serius dan segera bergerak cepat memperbaiki semua kekurangan dilapangan, karena semua keuntungan dari kunjungan wisman ini diperuntukan kepada Kabupaten Kota.

“Pemprov Sulut sudah berupaya semaksimal mungkin dalam mendatangkan turis, hingga presiden RI Jokowi memberi apresiasi terhadap gebrakan gubernur dan wagub dengan menyatakan Sulut menjadi destinasi wisata asia pasifik unggulan, oleh karena itu pemkab dan Pemkot harus menanggapinya dengan serius,”tegasnya.

Untuk itu pemerintah Kabupaten kota harus memperbaiki akses dan Atraksi sehingga mencegah turis tidak bosan dan mau kembali berwisata ke Sulut serta dapat mensinkronkan kalender event dengan Provinsi Sulut. (***/Rizath Polii)