Apriano Saerang
Manado – Terkait adanya keluhan dari para tenaga kesehatan yang sehari-harinya memberikan pelayanan terhadap masyarakat di puskesman, lembaga DPRD Kota Manado akan berupaya memperjuangkan penganggaran tunjangan risiko bagi para tenaga kesehatan tersebut.
Hal ini ditegaskan ketua Komisi D DPRD Kota Manado, Apriano Saerang. Dikatakannya, melihat resiko yang mengancam para tenaga kesehatan yang mengabdikan diri di puskesmas-puskesman, maka pihaknya akan mengusulkan untuk penyediaan anggaran khusus.
“Setiap hari, pasti ini tenaga medis di puskesmas berhadapan dengan warga yang mengidap macam-macam penyakit. Dan bisa menular ke perwat atau dokter yang melayani. Jadi, memang perlu ada tunjangan risiko bagi mereka,” kata Saerang.
Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado, Robby Mottoh mengakui bahwa setiap tahunnya, pengusulan anggaran tunjangan risiko tersebut sering diusulkan, tapi tidak disetujui untuk dimasukkan dalam APBD.
“Setiap tahun kami (Dinkes) usulakan ke penyusun APBD. Tapi tidak ditata. Mudah-mudahan di APBD perubahan ini dianggarkan,” singkat Mottoh, ketika ditemui usai rapat dengar pendapat bersama lembaga DPRD Kota Manado. (leriandokambey)
