Melonguane – Pihak PT Askes pengelolah jaminan kesehatan terhadap masyarakat yang kini telah disatukan menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dinilai kurang memberi sosialisasi kepada masyarakat akan perubahan wadah tersebut.
Bahkan khusus, bagi masyarakat di Talaud yang termasuk dalam kategori miskin sampai saat ini masih kebingungan, terkait pelayanan dari Askeskin ke BPJS. Terkiat masalah ini, salah satu tokoh pemuda Talaud Markus Tuisan kepada beritamanado menegaskan, peralihan atau perubahan wadah ini seharusnya juga menjadi tanggungjawab pihak Askes untuk mensosialisasi agar masyarakat dapat memahami mekanisme adanya peralihan askes ke BPJS.
“Sosialisasi adanya pengalihan pengelolaan jaminan kesehatan terhadap masyarakat seperti Jamkesmas, Jamkesda dan lembaga jaminan kesehatan lainnya, merupakan tanggungjawab pihak PT. Askes yang kini telah dipusatkan pada BPJS, supaya masyarakat secara jelas mengetahui akan mekanisme atau prosedurnya dan warga tidak dibuat kebingungan,“tegas Tuisan.
Terpisan, Jubir pemda Talaud, Oni Maliatja SIP MSi, saat dikonfirmasi masalah ini mengakui, memang dalam beberapa bulan terakhir ini nampaknya banyak warga yang masih bingung soal perubahan status jaminan kesehatan dari Askes ke BPJS.“Nanti kami konfirmasi masalah ini ke pihak pengelola BPJS setempat,”ujar Maliatja.
Maliatja pun berharap, agar masyarakat lebih proaktif untuk mendapatkan informasi terkait pengurusan BPJS. Supaya dengan begitu, dapat mengetahui akan prosedur pengurusan BPJS tersebut. “Pemkab juga berharap agar masyarakat dapat mengurus BPJS untuk lebih mempermuda akan pelayanan kesehatan,”tandasnya. (hendra).
