MANADO – Permainan Manado United 9 (MU9) yang tak kunjung membaik, menjadi perhatian serius pemerhati bola di Manado. Satu di antaranya, diutarakan Tonny Missa, mantan pemain Unoson, Manado.
Menurutnya, kendala paling utama Manado United 9 dalam bermain, adalah stamina yang tidak mampu bermain konsisten selama 90 menit. ”Ini karena pemain-pemain MU9 yang sudah termakan usia. Jadi mau bilang apa lagi? Kalau mau maju prestasi MU9, tentu manajemen harus rombak pemain yang ada saat ini, ”tukasnya, Senin (11/04).
Sementara itu, Djoddy Max, supporter MU9, menyarankan, agar MU9 dijadikan tim yang bertujuan melatih, dan mengorbitkan pemain-pemain muda usia, yang bisa dipakai di sepak bola PON Riau nanti.
”Saya usul pemain asing, dan luar daerah yang sudah tua diputus kontrak saja, dan ganti dengan pemain lokal Manado yang berusia muda, dengan tujuan agar mereka bisa dipakai di Pra PON dan PON nanti, ”tutur Djoddy. (abm)

pakeee ropan mu jooo..,,,,,pakee nama manadoooo berarti itu manadoo mo bayarrrr,,,,skrng cuma merupakannnn pinjamannnn,,,ujung ujungggg,,,ttp pemerinta manadooo yng mo cari solusi,,,,mo ganti tu 20 m….forrr mu9,,,,
@klabat:
kalo MU9 bukang milik orang Manado, JANGAN BAWA2/PAKE nama “MANADO”..!!! Itu jelas2 SANGAT MEMPERMALUKAN DAN MENYAKITKAN ‘ORANG MANADO’…!!!
Saran kami, SEGERA ganti nama MU9, ganti dengan nama laeng yg TIDAK membawa embel2 “Manado” ..!!!
Atau, segera ROMBAK manajemen dan pemain, termasuk pelatihnya juga!!!
Masih banyak bibit2 potensial yg ASLI ORANG SULUT, di kabupaten/kota se-Sulut, tidak perlu ambe orang asing yg CUMA BEKING MALO NAMA/ORANG “MANADO” DI LPI…!!!
Kan MU9 bukan milik orang Manado. Bukan kayak Persma dan Persmin. MU9 memangnya siapa yg bayar? Yg ongkos? Bukan orang Manado. Cuma depe nama pake Manado United. Cuma itu!
Jadi ndak urusan dengan PON yg bawa nama daerah. MU9 adalah bisnis Arfin Panigoro termasuk semua klub LPI.