
TOMOHON-Polres Tomohon langsung mengambil tindakan cepat dan tepat dalam rangka menyikapi kasus penikaman yang berujung pada tewasnya Geraldo Mawikere (20) alias Dado, warga Kelurahan Kamasi I Lingkungan II Kecamatan Tomohon Tengah di Pasar Beriman Tomohon, Sabtu 12 Desember 2011
“Serahkan sepenuhnya pada kami. Yang pasti kasus ini akan diusut tuntas dan kami mintakan kepada warga masyarakat untuk dapat membantu tugas kami dengan tetap menciptakan kondisi tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu lain. Sebab kasus ini murni tindak kriminal, bukan persoalan suku atau agama,” ungkap Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas SH MH kepada sejumlah wartawan usai melihat dari dekat situasi di Pasar Beriman Tomohon.
Lanjut dikatakannya, kasus ini akan diusut tuntas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Akan kita dudukkan kasus ini pada persoalan sebenarnya. Pelakunya saat ini sudah kami tahan. Sementara untuk lokasi kejadian akan kita pasangin police line demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut agar kasus ini menjadi terang benderang,” jelasnya seraya razia senjata tajam akan dilakukan untuk mencegah kejadian seperti terulang.
Ditambahkannya, Polres Tomohon juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kasus ini. “Kita akan berkoordinasi dengan PD Pasar demi menuntaskan masalah ini. Sekali lagi kami mintakan bantuan warga masyarakat dan rekan-rekan pers ya, untuk ciptakan kondisi aman dan nyaman,” kuncinya.
TOMOHON KONDUSIF
Sementara itu, keamanan Kota Tomohon pasca kejadian sebagaimana pantauan yang dilakukan beritamanado.com hingga pukul 02.00 Wita dalam kondisi kondusif. Pasar Beriman Tomohon yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung dijaga ketat, dimana terlihat sejumlah personel kepolisian nampak berjaga-jaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain kepolisian, anggota linmas dari Kelurahan Paslaten I dan II Kecamatan Tomohon Timur aktif membantu tugas kepolisian. “Kita tadi diperintahkan langsung oleh lurah untuk membantu tugas kepolisian menjaga kemanan di Pasar Beriman. Untuk Linmas ada dua kelompok yakni dari Kelurahan Paslaten I dan Kelurahan Paslaten II,” ungkap salah seorang anggota Linmas. (iker)

Hal Senjata Tajam.
Terlepas dari kejadian di Tomohon, kiapa torang so jadi BANCI, dulu jantan kalo mo bakalae satu lawan satu tanpa senjata tajam dll.
Sekarang cuman berani pake senjata atau malendong/keroyok, yg mana adalah kebiasaaan orang non Minahasa !!
Operasi barang tajam harus di lakukan terus.. bukan hanya karena ada event, atau karena ada instruksi… aneh juga jaman sekarang orang masih bawah-bawah pisau, untuk apa bawah pisau? Jadi memang sudah ada niat untuk tikam orang kalau terjadi sesuatu…. begitu juga mungkin untuk orang asli jangan sampai ada pemerasan karena merasa yang punya daerah. Bagaimanapun pada intinya tidak baik untuk ada perkelahian apalagi sampai ada yang kehilangan nyawa. Semoga Tomohon tetap damai.