Agama dan Pendidikan

Guru Vokasi Pamerkan Ratusan Karya, Bukti Pelatihan Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas

Guru Vokasi Pamerkan Ratusan Karya, Bukti Pelatihan Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas
Pameran karya guru vokasi seni budaya

Editor: Sri Surya

Ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya dipamerkan dalam Gelar Karya yang digelar Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya di Yogyakarta, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus bukti bahwa peningkatan kompetensi guru mampu melahirkan karya kreatif yang berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan bagi guru vokasi penting untuk memastikan kompetensi pendidik terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja dan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan orisinalitas dalam berkarya.

“Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama,” ujar Fajar.

Semangat tersebut tercermin dalam karya I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru Seni Lukis SMKN 1 Sukawati, Bali.

Ia menghadirkan lukisan yang terinspirasi dari konsep Pembelajaran Mendalam dengan menampilkan sosok anak sebagai simbol peserta didik yang terus belajar untuk meraih cita-cita.

Lukisan itu memadukan unsur budaya dan teknologi, seperti kain tenun dengan laptop, sebagai pesan bahwa kearifan lokal harus tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.

Sementara suasana pembelajaran yang menyenangkan digambarkan melalui rangkulan Menteri kepada peserta didik sebagai simbol dukungan agar setiap anak percaya diri meraih masa depan.

“Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya,” kata Kadek.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dan magang dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Hal senada disampaikan Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai teknik glasir sebagai tahap akhir pembuatan keramik.

Melalui pelatihan dan magang di industri, Hari mempelajari cara meracik formula glasir yang nantinya akan diajarkan kepada peserta didik.

“Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik,” ujarnya.

Manfaat program tersebut juga dirasakan peserta didik. Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta yang turut memamerkan karya keramiknya, mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni.

“Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang,” ungkap Zizta.

Melalui program Upskilling dan Reskilling, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong guru vokasi untuk meningkatkan kompetensi, berinovasi, serta menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara