
Manado – Selain Gubernur SH Sarundajang dan Ketua Deprov Meiva Salindeho Lintang STh, beberapa anggota DPRD Sulut juga menyatakan kekaguman meraka atas pidato kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis 16 Agustus 2012. Secara umum mereka sependapat bahwa pidato SBY telah menjawab sebagian besar permasalahan bangsa sekaligus proyeksi pembangunan kedepan.
“Presiden SBY secara jelas telah memaparkan banyak permasalahan sekaligus tantangan bangsa saat ini. Dengan demikian pemerintahan dari pusat sampai di daerah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi, misalnya ancaman krisis pangan. Nah, contoh di Sulut ada program swasembada beras dan swasembada pangan. Target tersebut harus tercapai tentu dengan kerja keras,” tutur anggota komisi 4 Paul Tirayoh kepada beritamanado usai rapat paripurna.

Senada juga diungkapkan Winda Titah, menurutnya, selain mengungkapkan berbagai permasalahan bangsa, SBY juga menjelaskan proyeksi pembangunan negara kedepan. Hal tersebut juga butuh dukungan seluruh unsur pemerintahan daerah dan masyarakat. Taat hukum serta menjauhi korupsi bagi Titah akan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tentunya selain peningkatan produksi, ketaatan kita terhadap hukum yang salah-satu implementasinya menjauhi korupsi akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mari kita bersama-sama bahu-membahu membangun daerah tercinta Sulawesi Utara. Banyak program pembangunan yang digagas Pemprov maupun Pemerintah Kota dan Kabupaten yang kesemuanya untuk kesejahteraan rakyat,” tukas legislator dapil Sangihe, Talaud dan Sitaro ini.
Akhirnya Tirayoh dan Titah sepakat untuk melaksanakan pembangunan butuh dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. “Di HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67 besok, kami mengajak, mari kita membangun bersama-sama,” pungkas keduanya. (jerry)
