MANADO – Ferry Tinggogoy, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulut, mengatakan, sampah di pulau yang menjadi ikon pariwisata di Sulut telah membuat wisatawan baik lokal maupun mancanegara kecewa.
“Padahal pengelolahan Bunaken bukan dilakukan pemerintah kota saja, melainkan pula provinsi dan pusat,” ujar Tinggogoy kesal.
Baginya, seharusnya jika sudah menjadi perhatian pemerintah dari pusat sampai daerah, pulau yang terkenal dengan taman laut itu menjadi bersih dan rapih karena dikelola baik.
“Namun kenyataan sebaliknya. Pulau tersebut semakin hancur seiring ditetapkannya pulau tersebut menjadi taman nasional,” katanya.
Menurut dia, hal tersebut menunjukan inkonsistensi pemerintah provinsi maupun daerah yang menjadikan pulau tersebut tujuan wisata. Sebab program yang disosialisasikan Bunaken menjadi satu di antara objek wisata, hanya omongan semata, tidak pernah terealisasi.(niel)

stuju, Mimi… mari torang kampanyekan buat Pemprov, Pemkot, Pemkab setiap hari Jumat satu bulan satu kali pi bekeng bersih itu Bunaken!!!!!
Ini berarti program sosial, olahraga, deng bersih2 lingkungan.
Bingo urus2 event internasional for citra daerah, eh ternyata yang dicitrakan utnuk jadi daya tarik tujuan wisata dg penghasil income daerah malahan ditelantarkan…ckckck Pencitraan identik dengan kepalsuan!!!
kalo boleh usul, coba kuak itu anggota2 DPRD deng Pemprov, Pemkot, Pemkab BEKENG RAPAT DI PANTAI BUNAKEN, supaya lebe dekat ke realitas lapangan dan bukang cuma cuap2 noh. ini semua demi kelestarian Bunaken.