Berita Utama

Tingginya Frekuensi Perjalanan Dinas Luar Daerah, Bupati Mitra Mulai Dikritik

James Sumendap Maret

 Bupati Mitra James Sumendap, SH

 

MITRA, BeritaManado.com Tingginya frekuensi perjalanan dinas Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH ke luar daerah mulai mendapat beragam tanggapan dari sejumlah elemen masyarakat.

Masalahnya, perjalanan dinas yang kerap dilakukan oleh bupati dinilai mengabaikan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat serta membebani APBD.

Apalagi dalam berbagai kesempatan dan pernyataannya, Bupati James Sumendap selalu menyampai soal penghematan anggaran, terutama untuk perjalanan dinas keluar daerah.

Realita dan fakta yang terjadi, Sumendap sendiri tak melaksanakan penghematan itu. Terbukti, sejak tahun 2015 ini tak bisa dihitung sudah berapa kali beliau melakukan perjalan dinas luar daerah.

Bahkan, tiga pekan belakangan ini bupati tidak pernah nongol di kantornya. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, bupati sedang melakukan perjalan dinas luar daerah.

“Perjalanan dinas pak bupati sudah sangat berlebihan. Apalagi yang terjadi beberapa pekan belakangan. Bagi saya ini sebagai sebuah keadaan diluar kebiasaan yang normal,” ujar Donald Pakuku, tokoh pemuda asal Ratatotok.

Baginya, perjalanan dinas bupati sejak memimpin daerah ini belum memberikan manfaat apa-apa untuk kepentingan daerah. Padahal sudah menghabiskan anggaran yang sangat besar.

“Pandangan saya, perjalan yang dilakukan bupati sudah diluar kewajaran. Sebab dalam satu bulan ada tiga hingga empat kali keluar daerah. Apa itu normal? Tapi semua nantilah masyarakat yang menilainya,” tutur Pakuku

Dia pun berharap kedepan bupati dapat memperbaiki perilakuknya dengan mengurangi perjalann dinas keluar daerah dan konsiten membangun Kabupaten Mitra sesuai visi misi yang telah diprogramkan lima tahun kedepan.

Senada dikatan Ketua Komisi C DPRD Mitra Nolly Langingi. Menurutnya, sebagai wakil rakyat tentu sangat mendukung tugas luar daerah bupati. Namun demikian tentu programnya harus jelas, paling tidak tujuannya kemana dan untuk apa diketahui masyarakat.

“Apalagi jika agenda keluar daerah bupati dalam rangka melakukan lobi untuk pembangunan di Kabupaten Mitra. Tentunya harus mendapat dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain Langingi berpandangan, perjalanan dinas keluar daerah bukan sekedar kepantasan, tapi bagaimana kemudian seorang pemimpin harus lebih memilih berada ditengah rakyatnya sendiri.

Nolly juga menyentil ikut-ikutannya para SKPD menggunakan kesempatan tidak masuk kantor jika bupati berada di luar daerah.

“Ini sangat miris, disaat masyarakat membutuhkan sentuhan pemerintah, justru berbanding jauh dengan yang diharapkan. Sudah bupati keluar daerah, tau-tau SKPD juga ikut-ikutan tidak masuk kantor,” tukasnya.

“Untuk apa sering keluar daerah, di Mitra sendiri masih banyak pekerjaan. Darimana uangnya, APBD? Bagi saya jelas ini penghamburan anggaran,” sindir Regen Pantou, tokoh pemuda asal Desa Morea, Kecamatan Ratotok..

Tambah dia, dengan seringnya kunjungan keluar daerah, maka tidak salah publik menilai pemerintah tidak responsif terhadap kondisinya sendiri.

“Padahal beberapa waktu belakangan sering ada kejadian baik itu bencana maupun ganguan keamanan di beberapa wilayah yang nyaris memicu kekacauan. Seharusnya bupati jangan sering meninggalkan wilayah tanpa alasan yang jelas,” tukasnya. (ruland sandag)

Satu tanggapan untuk “Tingginya Frekuensi Perjalanan Dinas Luar Daerah, Bupati Mitra Mulai Dikritik”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara