Airmadidi – Walau ada harapan besar dari pihak Universitas Klabat bagi hampir 400 mahasiswanya yang tak sempat mencoblos untuk bisa mencoblos di lain hari, namun pihak Komisi Pemilihan Umum selaku penyelenggara tak memperbolehkan.
Seperti diberitakan beritamanado.com, hampir 400 mahasiswa yang golongan putih (Golput) pada Pilcaleg 9 April 2014, diduga kuat karena adanya intervensi dari pihak tertentu.
Mereka pun baru mendapatkan surat undangan pemilihan atau formulir C-6 di pagi hari saat pencoblosan. Freddy Kalangi selaku Humas Unklab mengatakan tak ada intervensi apapun pada mahasiswa dari pihak universitas termasuk dosen atau staff.
Dijelaskan Kalangi, sebagian besar mahasiswa yang tak sempat mencoblos adalah warga dari luar Minahasa Utara. “Mereka kebanyakan pendatang, jadi tidak pulang ke daerah mereka, nama mereka sudah di data di KPU dan bisa memilih di Minut,” ujar Kalangi pada beritamanado.com
Ditambahkan Kalangi, terkait adanya statemen dari para mahasiswa yang mengatakan adanya intervensi dari pihak universitas, bahwa hal tersebut tidaklah benar. “Biasanya mahasiswa sering menghiperbolakan,” kata Kalangi.
Kalangi mewakili pihak universitas mengakui harapan bagi mahasiswanya untuk bisa memilih ulang.
Namun, pihak KPU Minut melalui Ketua KPU Minut, Frederik Sirap, mengatakan pemilihan yang ada di dua TPS di lingkungan Unklab, itu sudah sesuai prosedur dan tak ada pemilihan ulang.
“KPPS sudah memberitahukan dan memanggil, siapa yang tak mendaftar sampai pukul 13.00 Wita, dinyatakan sudah tak memilih. Itulah aturannya,” ujar Sirap.
Ditambahkan Sirap, walau sampai batas pukul 13.00 Wita pemilih belum ada di TPS namun formulir C6 sudah masuk, itu bisa dilayani.
“Kenapa sudah diumumkan dorang (mahasiswa) nda mau datang, kalau katu so jam 1, itu so tutup. Coba kalau dorang so kase tu formulir C6 lebih dulu,” ujar Sirap.
Sirap tak menampik, sudah mendengar adanya ancaman dari caleg. “Ada caleg yang bermain disitu, jadi baku potong pendukung. Sebelum hari H sudah saya dengar seperti itu.
Ini sisi lain menjadikan golput, ternyata ada juga oknum caleg yang mendukung golput,” tandas Sirap. (robin)
