Parlementaria

Ternyata Otak Oneway Traffick adalah Polisi Mantan Sopir Mikro Ini

Kompol Roy Tambajong rapat jsa

Kompol Roy Tambajong mempresentasikan pemberlakukan Jalur Satu Arah (JSA) kepada Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Sulut

 

Manado – Terungkap sudah siapa otak dibalik pemberlakukan lalulintas sistem Jalur Satu Arah (Oneway Traffick) di Kota Manado.

Dia adalah Kompol Roy Tambajong, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Manado.

Pada rapat gabungan Komisi 1 dan Komisi 3 yang juga dihadiri Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulut AKBP Subandriya di DPRD Sulut, Kamis kemarin, Kompol Roy Tambajong menguraikan banyak sisi positif pemberlakukan lalulintas satu arah selain berhasil mengurangi titik-titik kemacetan juga secara sosial mulai membiasakan masyarakat Manado mengurangi berbelanja di supermarket dan pusat perdagangan.

“Jalur satu arah telah membawa keuntungan besar seperti pemerataan tingkat belanja konsumen. Usaha Kecil Menengah terbantu, tingkat beli konsumen kini sudah tidak terpusat pada Supermarket besar, masyarakat cenderung belanja di warung dan mini market,” jelas Tambajong.

Selama pemberlakuan jalur satu arah lanjut Tambajong, angka kecelakaan lalulintas menurun drastis serta keamanan dan kenyamanan di sepanjang jalan JSA semakin kondusif.

“Selain anggota, saya sendiri turun langsung mengamati ternyata angka kecelakaan dan kriminalitas di sepanjang jalur satu arah terjadi penurunan. Namun harus diakui sistem jalur satu arah ini perlu pembenahan termasuk perbaikan infrastruktur,” terang polisi yang ternyata pernah menjadi sopir angkot di Kota Manado ini. (jerrypalohoon)

 

4 tanggapan untuk “Ternyata Otak Oneway Traffick adalah Polisi Mantan Sopir Mikro Ini”

  1. Pantas orang ini tidak tahu apa2 tentang traffic management, bekas supir mikrolet ternyata, malah ngotot jadi pengatur jalan di Manado.

    Flash news: One-way tidak membuat jalan lebih leluasa, tapi hanya mengganti titik2 macet dikota ini. Contohnya di jl. sam ratulangi sudah lebih dari 5 titik macet (zero point, depan kantor pusat BCA, depan RS. siloam, depan sekolah St. Theresia-Toar, Depan Prodia, dll.)

    Saran saya: Pertama harus dibuat jalur khusus antara pelat hitam dan pelat kuning DAN penegakan hukum harus tegas. Saya tahu bahwa sudah ada jalur khusus pelat hitam tapi banyak mikrolet yang masuk ke jalur tsb sehingga kemacetan tetap sering terjadi.

    Kedua, di jalan Sam Ratulangi dan jalan p.tendean/blvd harus dibuat jalur cepat (khusus pelat hitam) yang berada di TENGAH ruas jalan, bukan di pinggiran2 seperti yang diberlakukan sekarang ini. Anda yang bekas supir mikrolet mestinya tahu bahwa mikrolet umumnya berhenti di pinggir2 jalan. Apalagi sekarang menjadi 1 arah, mereka maunya berhenti di kiri&kanan pinggiran jalan, sehingga setiap hari menciptakan bottleneck di banyak titik.

    Ketiga, lorong2 yang berada diantara dua jalan utama ini harus bebas dari parkir paralel dari warga sekitar. Dan lorong2 penghubung tersebut tidak bisa di-block dengan alasan apapun. Harus tegas. Jika warga tidak ada lahan parkir yang cukup di rumah/tanah-nya, jangan beli mobil!

    Again, penegakan hukum sangat penting! Anda bisa memberlakukan 1000 aturan tapi kalau penegakan hukum minim, hasilnya nol besar. Anda yang bekas supir mikrolet seharusnya anda tahu betapa tidak patuhnya supir2 mikrolet terhadap hukum!

  2. trima kasih pak tambajong. Kami masyarakat manado sangat bersyukur adanya ow. Tp masi ada perlu didsiplinkan arogan supir mikro dan parkiran di pusat kota.trimsss

  3. kasihan pak banyak orang mengeluh deng jalur ini. orang turun di kanan sangat berbahaya.belum lagi macet pak.sopir banyak yang kehilangan pendapatan setiap hari.bapak sih enak dapat gaji setiap bulan mar sopir kasiang dorang pe pendapatan menurun.bagaimana dengan keluarganya.ibu-ibu yang berbelanja banyak mengeluh membawa belanjaan karena jauh naik mobil angkutan. pak, kalo pusat perbelanjaan dan supermarket rugi dan tutup, banyak terjadi PHK karyawan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara