
Manado, BeritaManado.com — Penggunaan warna oranye pada rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirasa terlalu ‘eye catching’.
Kesan efek jera bagi para pelaku korupsi dianggap tidak sesuai dengan warna yang identik dengan buah jeruk ini.
Lantas, hal tersebut menjadi perhatian anggota DPRD Sulut Fraksi PDIP Sandra Rondonuwu kepada tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Satgas Pencegahan dan Penindakan KPK Andi Purwana, Rabu (16/6/2021) tadi.
“Apalagi warna oranye juga identik dengan salah satu produk tas mahal. Saya sarankan akan lebih bagus jika seorang koruptor dipakaikan rompi hitam dengan gambar tengkorak agar efek jera semakin tegas,” kata Sandra Rondonuwu.
Menjawab usulan tersebut, Andi Purwana menjelaskan penggunaan warna di rompi sebagai sanksi sosial.
“Harapannya dengan dipermalukan bisa mengembalikan koruptor ke jalan yang lurus,” katanya.
Apakah bisa berubah? Lanjut Purwana, hal itu bisa saja terjadi.
“Tapi nanti pasti ada pertimbangan-pertimbangan lain yang akan dilakukan,” tutup Purwana.
(AnggawiryaMega)
