Kota Bitung

Tengker: AMI Baik-baik Saja

Benny Tengker (foto beritamanado)
Benny Tengker (foto beritamanado)

Bitung – Pengurus Yayasan Akademi Maratim Indonesia (AMI), Benny Tengker membantah jika sekolah tinggi perdana di Kota Bitung itu sementara bermasalah. Ia dengan tegas menyatakan, AMI Kota Bitung dalam keadaan baik dan tidak ada masalah samasekali seperti yang diberitakan sejumlah media.

“Kalau mau tanya kondisi AMI silakan tanyakan kepada saya, jangan hanya mendengar sepihak. Karena saat ini AMI baik-baik saja dan tidak ada masalah,” kata Tengker beberapa waktu lalu.

Buktinya menurut Tengker, saat ini pihak pengajar di AMI sudah menetapkan jadwal ujian bagi mahasiswa tingkat akhir. Bahkan proses pendaftaran siswa baru sudah dimulai sesuai kalender akademik AMI Kota Bitung.

“Kalau memang ada masalah pasti Dirjen tidak memberikan ijin kepada AMI untuk menggelar ujian dan pendaftaran mahasiswa baru. Jadi AMI tidak ada masalah kan,” katanya.

Menurutnya, dari informasi staf pengajar AMI yang ia terima, informasi soal AMI bermasalah sengaja dihembuskan oleh sejumlah oknum mahasiswa. “Setelah ditelusuri ternyata mahasiswa yang menyebarkan informasi tersebut adalah mereka yang masa studinya sudah lewat serta mengalami masalah sehingga tidak diikutkan ujian oleh Dirjen,” jelasnya.

Ia sendiri menyangkan sikap sejumlah pejabat dan anggota DPRD Sulut yang tidak tahu apa-apa tentang AMI dan berkoar-koar di media.

“Jangan masalah pendidikan dijadikan sarana untuk mencari pamor. Nah sekarang saya mau tanya, apa yang telah mereka berikan untuk AMI sehingga ikut punsing dengan informasi sepihak yang disampaikan sejumlah mahasiswa,” katanya.(enk)

7 tanggapan untuk “Tengker: AMI Baik-baik Saja”

  1. Saya alumni AMI Manado angkatan 1984 jurusan TALP. Karena tdk bisa ujian negara kami beberapa orang pindah ke AMI Veteran Makassar thn 1987. Ada yang selesai, namun ada pula yang pula yang gagal. sebagai alumni saya sangat prihatin dengan kondisi yang ada. Saya ingin membagi pengalaman saya membesarkan AMI Veteran, tapi saat itu thn 2010 tdk direspon oleh Direkturnya. Kita doakan semoga AMI Bitung bisa kembali jaya.

  2. AMI BITUNG seharusnya di ambil alih oleh Departemen Perhubungan yg sekarang menterinya dari Kawanua, menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) supaya fasilitasnya memenuhi syarat international.
    Dulu Pelaut dari Manado sangat disegani di dunia pelayaran baik nasional maupun internasional. Seperti Capt. Billy Matindas, Capt. Paath, dll.
    Sekarang tinggal secuil saja yg masih eksis.

  3. O yach, buat Bapak Benny Tengker, kami selaku alumni AMI Bitung mau nanya. Pak Benny katakan AMI Bitung baik-baik saja kalau begitu untuk tahun ini berapa ratus mahasiswa baru? Dulu bisa ratusan.

    Apa bapak tahu setiap tahun berapa yg lulus ANT dan ATT di Makassar ?
    (Karna setahu saya dlm setiap periode hanya 2-3 org saja yg lulus ujian negara dimakassar padahal dulu sewaktu diadakan di Bitung bisa puluhan yg lulus ujian).
    Jadi pak Benny nyanda usah ba keras kua ini for torang pe AMI BITUNG deng for torang pe Daerah.

  4. Saya sedih kalau mendengar berita2 dari teman2 sealumni tentang permasalahan di AMI Bitung. Padahal AMI Bitung itu adalah salah satu asset buat sulut. Kita ketinggalan sama Makassar yg sekarang punya PIP yang bisa menampung satu angkatan sebanyak 1200 perwira.
    Bayangkan kalau AMI Bitung kembali jaya dan meluluskan 100 perwira kapal Niaga setiap tahun.
    Kalau dia digaji USD 2000 (minimum gaji utk perwira kpl asing)berarti setiap bulan USD 100.000,- akan dikirim ke SULUT tanpa pemda membuka lapangan kerja baru.

    Kami sebagai Alumni AMI Bitung mengharapkan intervensi dari PEMDA SULUT atau PEMKOT BITUNG. Kalau perlu di negerikan saja supaya fasilitas bisa lebih lengkap.
    Menteri Perhubungan Pak Mangindaan jangan hanya nonton pak tolong dibantu AMI Bitung yang sudah sekarat.

    Pak Benny Tengker kami Alumni AMI BITUNG berterima kasih kepada bapak karna bapak yg menyelamatkan AMI Manado menjadi AMI Bitung. Tapi sekarang sudah beda pak. Peraturan International lebih ketat, apa bapak bisa melengkapi fasilitas laboratorium dan Simulator yg harganya puluhan milyar sebagai syarat pendidikan untuk dunia pelayaran international ?

    Salam untuk semua ALUMNI AMI BITUNG
    Capt. Minahasa.

  5. Saya selaku alumni dari AMI Bitung yg sekarang bekerja di kapal asing dgn gaji sangat baik Rp. 55 juta sebulan merasa bangga dan berterima kasih kepada institusi AMI BITUNG yg telah mendidik saya sehingga mendapatkan pekerjaan dengan gaji yg cukup besar.
    Tapi itu dulu sewaktu AMI masih jaya. Sekarang kami sebagai Alumni AMI Bitung dan juga mewakili Alumni yg lain memang mendengar berita tentang permasalahan ini sudah sejak lama. Bukan dihembuskan tapi memang kenyataan begitu.
    Pihak pemerintah daerah harap membantu agar AMI BITUNG kembali jaya seperti dulu lagi.

  6. Ayo…qta terus mendukung AMI Bitung…Yang telah berjasa, Memproduksi SDM Marine yang berkualitas dan bermoral dengan mental sebagai pemimpin yang bijak di atas kapal…

  7. AMI Bitung…..Tetap Jaya,Sudah terbukti banyak menghasilkan Perwira yang berkualitas dan memiliki mental Baja…Sehingga, rata rata
    Lulusan AMI Bitung…Kebanyakan bekerja di kapal luar Negeri, baik sebagai “Master Marine, & Master Marine Engineer”.

    “Immanuel”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara