
Manado, BeritaManado.com — Realitas dinamika aspek demokrasi dalam konteks berbangsa, dimana peran partisipasi, kontribusi, membangun serta memperkuat komitmen dan konsistensi untuk menjaga, memelihara, merawat keutuhan ke-Indonesia-an yang plural, adalah panggilan untuk mengabdi bagi bangsa dan negara.
“Sebagai warga bangsa apapun latar belakang dan kapasitas tentunya memiliki keterpanggilan yang sama dalam segala dimensi kehidupan karena itu juga merupakan panggilan bersifat holistik. Dan oleh karena bersifat holistik maka seyogianya peran dan fungsi kehadiran harus menembus batas-batas teritorial,” kata Tedius Kuemba Batasina, Bakal Calon anggota DPD RI Dapil Sulut kepada BeritaManado.com, Kamis (26/7/2018).
Menurutnya, pertimbangan dan kalkulasi politik yang harus dikedepankan, paling tidak memasuki wilayah politis seperti ini ada spirit untuk berusaha merubah paradigma dan minset tentang stigma perpolitikan bahwa sesungguhnya esensi, substansi, dan hakekat berpolitik adalah mensiasti upaya kerja bersama, mencapai tujuan bersama dan pada akhirnya mendapatkan kesejahteraan bersama.
“Maka dalam kaitan dengan itu, proses berdemokrasi yang telah, sedang dan akan kita lakukan paling tidak mengkritisi banyak hal tentang potret berdemokrasi kita, diantaranya menghindari upaya-upaya politisasi agama, suku ras, kelompk, golongan lembaga, sebab yang kita upayakan bersama adalah mewujudkan iklim berdemokrasi yang sejuk, berkualitas dan berkeadaban,” ungkap Tedius Kuemba Batasina.
Tedius Batasina yang dikenal sebagai salah satu tokoh pluralis melanjutkan, politisi dan masyarakat harus menghindari agar jangan sampai terjebak pada politik sektarian serta politik adu domba.
Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan kualifikasi calon yang memiliki kriteria persyaratan publik yakni; memiliki integritas, kualitas, kapasitas, kompetensi.
“Ini memang sesuatu yang teramat sangat sulit, walaupun demikian kita harus memulai dan melakukan terobosan guna menghindari justifikasi publik tentang calon yang akan dipilh,” ujar Tedius Batasina.
Ditambahkannya, pesta demokrasi bukanlah segala-galanya, tetapi NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 adalah diatas segala-galanya.
“Pada akhirnya yang kita harapkan dari proses ini adalah spirit kebangsaan dan kebersamaan serta kekeluargaan harus tetap dijaga, pluralitas yang kita miliki harus terus dirawat, persaudaraan kita harus tetap dilestarikan,” kata Tedius Batasina sambil tersenyum optimis.
(Jones)
