Dan keberhasilan program vaksinasi di Manado, tidak lepas dari kekuatan data.
Terobosan Andrei Angouw mendapat apresiasi berbagai kalangan.
Salah satunya Antropolog Universitas Sam Ratulangi Manado, Mahyudin Damis.

Kata Mahyudin Damis, beginilah seharusnya seorang pemimpin.
Punya hitung-hitungan bagi kemajuan daerah.
“Dengan data vaksinasi ini, akan lebih gampang dalam ‘eksekusi’. Sasaran vaksinasi semakin jelas dan terpadu,” nilai Damis.
Damis turut memuji respons Angouw yang ingin segera membuka sekolah tatap muka.
Langkah itu, tambah Damis, tidak bisa lagi ditunda.
“Sudah terlalu lama daring. Belajar langsung dan online efeknya beda. Saya pengajar jadi paham,” bebernya.
Tetapi, lanjut dia, semua harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
Persentase pelajar dan guru yang telah divaksin juga patut diperhitungkan.
“Makanya penting dilakukan sosialisasi kepada orang tua siswa bahwa vaksin itu aman bagi anak. Karena sebagian masih ragu,” terangnya.
(Alfrits Semen)
