Kota Bitung

Swajaya : Tahun Depan Pembangunan RORO Dimulai

BITUNG—Keunggulan potensi serta letak geografis yang dimiliki kota Bitung mulai mendapat perhatian dari negara-negara Asean. Buktinya, menurut Dubes RI untuk ASEAN, I Gede Ngurah Swajaya, salah satu kesepakatan dalam pertemuan Asean tahun lalu di Hanoi yakni rencana induk konektifitas yang dikenal dengan Roll-On/roll-off (RORO) saat ini sementara dalam tahap iplementasi.

Menurut Swajaya, RORO ini sendiri adalah very yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara lainnya dan saat ini sementara dijejaki pembangunannya yang dimulai dari kota Bitung.

“RORO yang sementara kita jejaki adalah penghubungan Indonesia dengan Phlipina yang sentra pointnya adalah kota Bitung,” kata Swajaya, Jumat (12/8) ketika berkunjung ke kota Bitung bersama sejumlah Dubes untuk Asean.

Menurut Swajaya, selain melihat langsung potensi yang dimiliki kota Bitung, saat ini pihaknya sementara menjejaki apakah konektifitas tersebut ditinjau dari segi ekonomi menguntungkan serta dari segi infrastruktur memungkinkan. Sehingga dirinya bersama sejumlah Dubes untuk Asean seperti Dubes Jepang untuk Asean, Dubes Uni Eropa dan lembaga riset Asia Timur melihat secara langsung fasilitas yang dimiliki kota Bitung sekaligus melakukan dialog dengan walikota sekaligus dengan pihak Adpel kota bitung.

“Kita sendiri berharap tahun depan sudah bisa dimulai penyelengaraan feasibility studynya ini di kota Bitung  yang dibiayai oleh Jepang dalam hal ini JICA,” katanya.

Lebih lanjut Swajaya mengatakan, rencana pembangunan RORO ini sendiri tidak hanya berpusat pada perbaikan pelabuhan. Namun juga bagaimana membangun jalan yang menghubungkan kota Bitung dengan Manado atau airport agar transportasi darat tidak terhambat.

Sementara itu, rombongan Swajaya ini sendiri diterima langsung oleh walikota Bitung, hanny Sondakh bersama wakil walikota, Max Lomban, Sekkot, Edison Humiang serta Danyon Marhanlan VIII,  Mayor Marinir Apollinaris Adjanto Wirotomo.(en)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara