Berita Utama

Survey FPC : Christiany Paruntu Teratas Pemilukada Minsel Bakal Satu Putaran

Survey FPC : Christiany Paruntu Teratas Pemilukada Minsel Bakal Satu Putaran
Tetty Paruntu (foto beritamanado)

Minsel – Lembaga Pengolahan Data Informasi dan Komunikasi yang Independen, Foundation Public Care (FPC), pada Senin (05/04) kemarin, telah mengakhiri tahap ketiga kategori ”Performance Forces”, Program Survey dan Observasi “Menjaring Pemimpin Rakyat Yang Merakyat” di Kabupaten Minahasa Selatan.

“Kami telah melakukan survey dan observasi, sejak 5 Maret sampai dengan 5 April 2010, kepada penduduk asli Minsel yang rata-rata berusia 18 hingga 50 tahun. Para responden, diantaranya berprofesi Buruh/Tani, Pedagang Pasar/Kaki Lima di terminal-terminal, Ibu-ibu Rumah Tangga, Tukang Ojek, Sopir, Siswa/Mahasiswa dan Karyawan Swasta”, demikian disampaikan Vice President FPC, DR. Ir. Afendy Andy Nugroho, S.Kom,MSi, bersama Koordinator Tim Survey dan Observasi PEMILUKADA Wilayah Sulut, Stanly F. Mewengkang dan Koordinator Cabang Minsel, Jeffrey Ch. Tumbel.

Selain menerapkan Teknik Multistage Random Sampling, kami juga menggunakan Metode Terbuka, caranya hanya menyodorkan pertanyaan ringan secara sederhana,
tanpa mencantumkan nama calon yang harus dipilih. Sehingga, sama sekali tidak mengarahkan pada calon tertentu. Dan setiap responden diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri, demikian dijelaskan Vice President FPC, DR. Ir. Afendy Andy Nugroho, S.Kom,MSi.

Hasil survey FPC, kali ini menempatkan Popularitas Christiany Eugenia Paruntu (CEP) teratas dari dua puluh kandidat. Pencapaian dukungannya pun, terbilang luar biasa, karena dari 3120 orang atau 100% responden yang tersebar di 17 Kecamatan dan 156 desa/kelurahan di Minsel, Tetty Paruntu sapaan akrab Calon Bupati ini dipilih oleh 796 orang atau 25.5% responden. Sedangkan diurutan kedua, Farry Freyke Liwe dipilih oleh 521 orang (16.7%). Posisi ketiga, Ventje Tuela dipilih oleh 381 orang (12.2%). Urutan keempat, Asiano Gammy Kawatu dipilih oleh 278 orang (8.9%).

Diurutan kelima, Jantje Wauran dipilih oleh 206 orang (6.6%). Urutan keenam, Hendrik D. Waworuntu dipilih 134 orang (4.3%). Urutan ketujuh, Ricky S. Tumanduk dipilih oleh 122 orang (3.9%).

Urutan kedelapan, Jan Lukas Lambertus Lombok dipilih oleh 100 orang (3.2%). Urutan kesembilan, Andry Harrits Umboh dipilih oleh 87 orang (2.8%). Urutan kesepuluh, Vicky Tanor dipilih oleh 81 orang (2.6%). Urutan kesebelas hingga keduapuluh, selengkapnya dapat dilihat dalam tabel survey.

Sebelumnya, seperti yang pernah dipublikasikan media cetak beberapa waktu lalu, survey FPC tahap pertama medio Desember 2010 lalu , Paruntu hanya menempati urutan keempat, sedangkan tahap kedua medio Januari hingga Februari 2010, telah menembus posisi pertama dan popularitasnya terus naik mencapai 18.6% pilihan responden. Pada tahap ketiga kali ini, popularitasnya terus meningkat ketambahan 6.9% menjadi 25.5 % pilihan responden. Fakta ini, terus menguatkan pencitraan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai Calon Bupati yang telah ditetapkan berpasangan dengan Sonny Frans Tandayu (SFT) sebagai Calon Wakil Bupati Minsel.

”Berulangkali harus kami sampaikan, hasil Survey FPC ini, bukan final tentang calon populer yang dipastikan menang dalam pertarungan Pemilukada Minsel, namun dari survey lapangan telah membuktikan bahwa dukungan terhadap calon-calon tersebut, dapat diukur dari pencitraannya yang baik, dikenal bersih tanpa celah, kharisma yang menonjol lewat karakter, dan bertipikal yang dianggap mampu, serta berkualitas dan kapabilitas untuk menjadi Pemimpin, yang bukan sekedar memimpin melainkan mampu mengayomi serta memberi teladan”, demikian ditegaskan Koordinator Tim Survey dan Observasi PEMILUKADA Wilayah Sulut, Stanly F.
Mewengkang.

Menurut Vice President FPC, DR. Ir. Afendy Andy Nugroho, S.Kom,MSi, “Berpijak dari fakta survey di lapangan, kami memprediksikan Pemilukada Minsel bakal satu putaran. Karena, jika peserta yang ikut bertarung hanya berjumlah lima pasangan, dengan demikian dukungan masyarakat akan lebih terarah pada calon yang popularitasnya menempati urutan teratas sesuai hasil survey. Estimasi hitungan kami, dari perolehan dukungan responden berdasarkan hasil survey, khusus calon yang menempati urutan teratas, bakal memperoleh ketambahan 15% dukungan masyarakat.  Tapi tentu saja, untuk meraih kemenangan dalam Pemilukada tersebut, semua harus didukung dengan sikap dari Calon Bupati dan Wakil Bupati itu sendiri, dalam menerapkan strategi kampanye dan program sosialisasinya.

HASIL SURVEY DAN OBSERVASI “PEMIMPIN PILIHAN RAKYAT”
DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN
( 5 MARET – 5 APRIL 2010 )

NO.
URUT    NAMA FIGUR CALON WALIOTA        JUMLAH RESPONDEN        PRESENTASE      KET
1.      CHRISTIANY EUGENIA PARUNTU      796     25.5 %  ***
2.      FARRY REYKE LIWE        521     16.7 %  ***
3.      VENTJE TUELA    381     12.2 %  ***
4.      ASIANO GAMMY KAWATU     278     8.9 %   ***
5.      JANTJE WAURAN   206     6.6 %   ***
6.      HENDRIK D. WAWORUNTU    134     4.3 %   ***
7.      RICKY S. TUMANDUK       122     3.9 %   ***
8.      JAN LUKAS LAMBERTUS LOMBOK      100     3.2 %   ***
9.      ANDRY HARRITS UMBOH     87      2.8 %   ***
10.     VICKY TANOR     81      2.6 %   ***
11.     HETTY ROOS MAWUNTU      75      2.4 %   **
12.     SONNY FRANS TANDAYU     69      2.2 %   **
13.     JHONNY R. SUMUAL        59      1.9 %   **
14.     NOLDY DIDI MANOREKANG   47      1.5 %   **
15.     FRANGKY DONALD TOLOH    41      1.3 %   **
16.     KARTINI SIMBAR  37      1.2 %   **
17.     FELLY ESTELITA RUNUWENE 34      1.1 %   **
18.     HILDA SAROINSONG        25      0.8 %   **
19.     FRANGKY WONGKAR 19      0.6 %   **
20.     SYULTJE LINEKE SAERANG – RAMBI  8       0.3 %   **
T O T A L       3120 orang      100 %   –

38 tanggapan untuk “Survey FPC : Christiany Paruntu Teratas Pemilukada Minsel Bakal Satu Putaran”

  1. Ini dia pasangan2 calon bupati & wakil bupati yg sudah mendaftar di KPUD utk mengikuti pemilukada Minsel:
    1. Christiany Eugenia Paruntu & Sonny Frans Tandayu (PANTAS-Golkar)
    2. Farry Liwe & Franky Wongkar (LINGKAR-PDIP)
    3. Asiano Gemmy Kawatu & Felly Runtuwene (ASLI-Pargab)
    [4]. Johny Sumual & Jantje Wauran (P Demokrat)
    [5]. JJ Lombok & Kartini Simbar (Perseorangan)
    [6] Ventje Tuela & Noldy Manoerekang (Tuama-P Demokrat)
    [7]. Andrey Harist Umboh & Syultje Rineke S. Rambi (HARUM BERSERI-Perseorangan)

    -> Empat pasangan terakhir masih terbelit beberapa masalah. Johny Sumual & Janjte Wauran harus bermasalah dg Ventje Tuela & Noldy Manorekang krn keduanya mendaftar dari partai yg sama. Konflik internal di Partai Demokrat membuat pencalonan kedua pasangan ini bermasalah dan belum bisa dipastikan siapa yg menang dn mewakili demokrat, walau kemungkinan Johny Sumual yg menang.
    -> JJ Lombok di detik2 terakhir dipaksa mengganti pasangan awalnya, Hetty Roos Mawuntu ke Kartini Simbar, krn spt diduga sebelumnya DPP-DPD PDIP keberatan jika suara massa PDIP terpecah (yg seharusnya utuh utk LINGKAR bs pecah ke JJ Lombok-Mawuntu). Kompensasi mundurnya HRM adl pengajuan suaminya RML ke pilgub. Yg jd masalah, apakah berkas dukungan yg semula utk Lombok-Mawuntu bs serta merta dialihkan ke Lombok-Simbar? Belum jelas.
    -> Harits Umboh masih menghadapi kendala krn baru mampu menyetor 9.877 dukungan (kekurangan 7.034 dukungan warga) dari sekitar 13.000 syarat dukungan. Pasangan ini tinggal memiliki waktu beberapa hari ke depan utk melengkapi hampir separuh dari syarat kepesertaannya di pemilukada ini.

    Melihat konstelasi spt itu, kemungkinan pemilukada Minsel hya akan diikuti oleh 5 pasangan: PANTAS, LINGKAR, ASLI, SUMUAL-WAURAN, & LOMBOK-SIMBAR. Jika komposisi peserta spti ini, PANTAS berpeluang besar menang satu putaran.

  2. Update berita terbaru: penelusuran kecurangan pernyataan dukungan oleh salah satu calon independen berlanjut. Ini beritanya:

    Camat Diduga Lakukan Intervensi PPK Minsel
    Amurang, KM – Calon perseorangan (independen) yang dipastikan akan meramaikan blantika perpolitikan di Kabupaten Minahasa Selatan yang diketahui telah melewati tahap verifikasi dari PPS di 156 Desa/kelurahan dan kini sementara direkap di 17 Minsel. Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Koran ini Senin (17/05) kemarin, berhembus kabar tak sedap, dalam rekapitulasi hasil ferivikasi PPS se-Minsel di 17 kecamatan tersebut, terdapat intervensi dari pihak pimpinan kecamatan, dengan tujuan untuk meloloskan salah satu pasangan calon tersebut.
    Sekda Minsel Drs N Mangangantung saat akan dikonfirmasi seputar isu intervensi para Camat terhadap sejumlah personel PPK itu, via ponsel pribadinya tersebut, bernada masuk, namun ponsel tersebut enggan direspon Sekda Minsel. Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan Yournie Sendow saat dihubungi wartawan Koran Manado senin (17/05) kemarin, seputar batas waktu pemasukan hasil rekapitulasi dari 17 PPK Minsel itu. “ Nah untuk menghindari dugaan intervensi tersebut, maka pihak KPUD Minsel memberikan batas waktu 19 Mei pemasukan draf hasil ferifikasi pendukung,” ujar Sendow. Lanjut dia, sekarang ini baru kecamatan Amurang Timur yang memasukkan hasil rekapan verifikasi itu. “Besok (hari ini) empat kecamatan yakni Kecamatan Maesaan, Modoinding, Ranoyapo dan Tompaso Baru, akan dijemput oleh pimpinan KPUD,” kunci Sendow. (dol/mel) Sumber: Koran Manado 18 Mei 2010.

  3. Dalam politik ada namanya “teori kemungkinan” dalam arti sempit “saya harus menang, mau cara bersih atau pun cara kotor pun bisa yang penting bisa menang”. survey bukanlah hasil, dan siapa saja bisa menang, jika anda jualan program “jika saya menang saya akan bangun……..bla..bla..bla… ” maka anda akan ditinggalkan, tapi politik sekarang bergeser ke istilah “ada uang ada barang” dimana kekuatan popularitas aja ga cukup harus diiringi dengan kekuatan uang, kita bisa bercermin pada pemilukada pertama, kab. Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara, bahkan masyarakat Minut tidak mengenal siapa Vonny Panambunan tapi tiba2 muncul saat Pemilukada Minut, terus Tjelly Tjalunggung di Mitra, adakah masyarakat Mitra mengenalnya sebelum bertarung di pemilukada? jd semuanya bisa terjadi dan saya pikir semua punya peluang yg sama untuk menang….. SELAMAT BERTARUNG. Preketeuw……………..

  4. Ini komentar ulangan di berita yg lain yg msh relevan dg diskusi di sini… Kalau sy tdk salah tangkap, Koran Manado (15 Mei 2010) memberitakan klo tim sukses Lombok-Mawuntu mengakui ada “sedikit” masalah dr KTP2 dukungan warga yg diklaim pasangan ini, tetapi kemudian ditolak warga. Ini tindakan ilegal yg diketahui krn adanya verifikasi. Kl tdk diverifikasi, tindakan ilegal itu akan lolos & seolah2 legal. siapa otak tindakan ilegal ini? apa mrk bisa dijangkau hukum? klo tindakan koruptif spt ini dibiarkan, pasti korupsi akan merajalela di Minsel seandainya calon semacam ini memenangkan pemilukada dg cara yg curang pula.
    Hayo BeritaManado berani gak mengkonfirmasi masalah ini ke pihak2 terkait? dua media lainnya sdh berani melakukannya loh.. :-)

  5. @ Jeffry: Kalau ditilik kutipan berita di atas berikut:
    “Berpijak dari fakta survey di lapangan, kami memprediksikan Pemilukada Minsel bakal satu putaran. … Estimasi hitungan kami, dari perolehan dukungan responden berdasarkan hasil survey, khusus calon yang menempati urutan teratas, bakal memperoleh ketambahan 15% dukungan masyarakat.” pastilah mudah sekali bagi pembaca awam atau bahkan redaksi BeritaManado.com menyimpulkan prediksi FPC itu mengarah kpd Tetty Paruntu yg bakal memenangkan pemilukada dlm 1 putaran. Ini bila dilihat dr selisih hasil perolehan survei Tetty di posisi teratas (25,5% plus estimasi rasio tambahan proporsional suara skitar 15%) dg calon2 di bawahnya, dn juga scope prediksi hasil survei Maret-April 2010 tsb. Malah tdk elok kalau ada penyimpulan (maaf) misalnya Jantje Wauran (yg suaranya sepertiga Tetty) yg bakal memenangkan pemilukada 1 putaran :-).
    Kalau sy pribadi malah menganggap penyimpulan prediksi pemilukada 1 putaran semata berdasar survei FPC (dg daftar tokoh yg disurvei 20-an mll pertanyaan terbuka) itu kurang adekuat atau blum tepat. Prediksi spt itu akan lbh presisi/akurat/adekuat apabila yg disurvei adl pasangan2 yg sdh resmi dicalonkan parpol (pertanyaan tertutup).tks

  6. dapa inga pilkada gubernur 2004…survey tertinggi WW-HP..kampanya WW-HP selalu di banjiri oleh ribuan massa.tapi kenyataan yg terpilih SHS-SUALANG…kelihatannya hal ini akan terjadi di MINSEL..prediksi saya 2 pasangan teratas..TUAMA & AGK-FER..dususul oleh underdog LOMBOK-MAWUNTU

  7. Tabea…!!! Salam Hormat buat masyarakat Minahasa Selatan. Saya Jeffrey Ch. Tumbel Tim Survey dan Observasi PEMILUKADA Foundation Public Care (FPC) Koordinator Cabang Minsel. “Harus kami tegaskan, bahwa kami tdk pernah mengatakan pasangan PANTAS yg bakal menang satu putaran. Tetapi, tanpa bermaksud mendahului hasil Pemilukada di Minsel, kami memprediksikan Pemilukada Minsel bakal satu putaran. Peluang memenangkan Pemilukada satu putaran harus diakui hingga saat ini, didominasi oleh 5 Calon Bupati yg tersebut pd hasil Survey FPC berada di urutan teratas, yaitu : CHRISTIANY EUGENIA PARUNTU, FARRY REYKE LIWE, VENTJE TUELA, ASIANO GAMMY KAWATU dan JANTJE WAURAN. Ok, Terima kasih. Goodblees Minsel…

  8. Sy hya mau menambahkan bukti bhw dugaan adanya strategi curang seperti disampaikan Prof Lucky sdh mulai berlangsung, sekalipun dr titik yg paling awal. ternyata kekuatiran akan ada pemalsuan dukungan dari calon independen (http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/3676) terbukti bukan isapan jempol belaka. Seperti diberitakan sebuah media di Sulut (http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/4391), Ketua KPU Minsel, Yurnie Sendow, mengakui sudah mendengar informasi tersebut dari beberapa PPS. Sayangnya, untuk dukungan-dukungan “palsu” itu hanya akan dicoret dari hitungan resmi. Persoalannya, apakah seluruh pernyataan dukungan itu akan mampu diverivikasi dalam waktu terbatas atau hanya sampel saja yg diverifikasi? Kalau hanya sampel, berarti masih sangat mungkin di dalam dukungan yg non sampel verifikasi masih ada dukungan palsu.
    Persoalan berikutnya apakah si pemalsu dukungan itu dibiarkan lolos begitu saja? Bukankah ini tindakan pidana pemalsuan pernyataan surat dukungan? Masak tindakan pidana mau dibiarkan saja? Dan apa sanksi bagi tim sukses serta calon yang memalsukan surat pernyataan dukunga tersebut? Haloo… bagaimana KPUD, Panwasda, polisi, dan KIPP menanggapi ini…?
    Harapan saya semoga Beritamanado yg sgt intens memberikan berita perkembangan pilkada ini jg mau menelusuri permasalahan ini. Tolong berita ini dikonfirmasi ke semua pihak terkait tersebut supaya masyarakat Minsel mengetahui duduk persoalan yg sebenarnya. mari kita kawan pilkada minsel inni spy berlangsung scr jurdil & demokratis. tks

  9. Trima kasih tanggapannya Prof Lucky. Saya pikir, orang berani main curang kalau melihat ada peluang/kesempatan untuk lolos dari hukuman atas perbuatan curang mereka. Jadi kalau mau menghilangkan peluang tsb, atau minimal memperkecil peluangnya, ada beberapa langkah yg bisa dilakukan oleh semua pihak yang menghendaki pilkada berlangsung jujur dan adil. Ini pikiran2 subyektif sy:
    1. KPUD, Panwasda, para petugas pelaksana, dan saksi-saki pilkada di lapangan hrs terus didorong, disemangati, dan diingatkan akan pentingnya melaksanakan kerja pilkada dg jujur dan sah.
    2. Aparat hukum perlu terus didukung utk menjadi pengawas keamanan, ketertiban, dan jalannya pilkada scr tertib, benar, jujur, & sesuai UU. Jgn sampai mrk dibiarkan mjd ‘pembiar’ berlangsungya kecurangan. Aparat perlu jg menegaskan sanksi-sanksi hukum apa yg bisa dikenakan kpd para pelaku kecurangan tsb.
    3. Melibatkan masyarakat pemilih sebagai saksi kolektif atas proses pencoblosan hingga penghitungan suara di TPS. Skr hampir semua warga punya HP berkamera, jd mereka bs menggunakan alat2 spt itu (misalnya utk memotret hasil perhitungan suara), atau alat lainnya utk mendokumentasikan proses tsb. Apabila ada kecurangan, itu bisa menjadi bukti awal.
    4. Memberikan informasi kpd masyarakat ttg titik-titik lemah proses pencoblosan maupun penghitungan. Misalnya, menjelaskan bgm praktek2 curang biasa dilakukan & meminta masayarakat ikut mengawal agar semua itu tdk tjd.
    5. Memberikan pendidikan politk kpd warga masyarakat ttg betapa pentingnya setiap satu suara yg mereka berikan serta bgm seharusnya suara itu dijaga agar tidak jatuh ke tangan2 kotor yg mencurangi suara mereka. Dengan begitu mgk warga akan berusaha menjaga suara mereka agar tdk jatuh ke tangan yg tdk berhak.
    6. Mengajak media massa atau seluruh saluran komunikasi masyarakat utk meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas potensi kecurangan tsb serta bagaimana masyarakat bisa melaporkan klo ada indikasi-indikasi spt itu.
    Sementara itu pikiran2 saya. Semoga bisa ditambah oleh yg lain sehingga kita bisa berharap setiap pemilu atau pilkada dpt berlangsung scr jurdil. Salam demokrasi!
    Tony

  10. Saya apresiasi analisis pertarungan pemilukalda Minsel. Peran Partai2 Kecil dan faktor determinan yang menentukan kemenangan yaitu: Integritas dan Character Figur, Kemampuan lobby ( yang dengannya ketersediaan dana), militansi kader partai (effektifitas mesin martai), jaringan primordialisme (sosial budaya, denominasi keimanan dan kepercayaan religi). ….Hanya saja Tony…..ternyata para kontestant sangat banyak yang percaya tentang peran ‘H-2’ . Sepertinya, teori teroi “ilmu ruci” (sangat tidak terpuji) untuk ‘memanipulasi dan mengkorupsi’ ‘suara rakyat’ melalui ‘ruci ruci’ di TPS dan ‘berita acara’, melalui konspirasi anatara para saksi, petugas dan penbgawas TPS sampai pada proses perhitungan. Disana bisa terjadi ‘pasar lelang’ untuk menjual belikan ‘nurani’ para pemilih. Tony dan ‘torang samua di Minsel (Maitua Minsel Lo…) tidak boleh menafikan bahwa Para TS Kontestan sedang merancang strategi H-2; Strategi yang tidak terpuji dan mengobrak abrik bukan saja system dan nilai demokrasi, tetapi mengkorupsi dan memanipulasi ‘nurani’ masyarakat…dan inikah yang harus kita wariskan ke generasi mendatang…..mendapatkan ‘penguasa penguasa’ yang dihasilkan dari pola berpolitik praktis yang menganut ‘ilmu ruci?…..Maar orang bilang…’so musti bagitu kata itu politik?…kasihan deh…..torang pe Minahasa. So dikubur itu idealisme, so duikubur itu Dr Sam Ratulangi “Si Tou Tumou Tumou Tou”…sudah jo dang sekolah…percuma….’sekolah jo ‘ yang paling murah dan hasilnya cepat yaitu: “Ilmu Ruci”….Tapi bagi saya….”jangan dong”….dan masih banyak orang dan tokoh 2 di Minsel khususnya, S7lut umumnya yang masih “idealis” toch?….GBU all.

  11. Survey yg paling benar adalah PANTAS yg sdh disurvey dari lembaga yg benar teruji LSI. AGK-FER mana ada survey yg benar2 membuktikan mereka tertinggi? Memang tukang bohong…kok mau dijadikan pemimpin, makanya pengikutnya pembohong jg menggunakan nama palsu AMPG MINSEL. Kami benar2 sbg AMPG MINSEL yg mendukung PANTAS, menjunjung tinggi pemimpin IBU TETTY PARUNTU orang yg jujur, bersih dan beriman takut akan Tuhan. Perkataannya selalu benar dan selalu menepati janjinya.

  12. tau ni kasta dah dapa survei dr mana..??kong kata lai mo pake2 nama AMPG….woy orang,,,, torang bukan bodok sama dg nn….samua tau yg mana survei di atas PANT-TAS yg pertama…hohohoho…dg nn mo pake nama AMPG..tau2 orang2 AMPG itu 100% dukung buat PANTAS….dg nd ada tu orang2 AMPG bodok sama dg nn…nn ona tu teroris noch….

  13. Survey terakhir…AGK-FER teratas…disusul TUAMA..kemudian PANTAS…hasil ini dari lembaga survey yg bener2 netral…

  14. Menarik mengamati posisi partai2 kecil yg memiliki kursi di dewan Minsel: Hanura (1), PNBK (1), PPRN (1), PKPB (1), PDP (2), PDS (1), PIS (2), Barnas (1). PDS+PIS+PKPB (4 kursi dr syarat minimal 5 kursi) kabarnya positif mengusung AGK-FER. Pasangan yg disebut ASLI ini msh hrs berjuang keras utk mendapatkan minimal 1 dukungan partai lagi hingga batas penutupan pendaftaran calon 27 Mei nanti.
    Lalu, akan dibawa kemana suara Hanura, PNBK, PPRN, PDP, dan Barnas (6 kursi)? Gabungan dari 5 partai ini sekarang seolah menjadi “king maker”.. sangat menentukan. Ada peluang mereka mengusung calon baru, sebagian melengkapi dukungan pasangan ASLI (AGK-FER), atau malah bergabung ke pasangan lain spt: PANTAS, Lingkar Jo, atau TUAMA. Kalau seluruh partai kecil ini bergabung mendukung ASLI, maka suara kandidat ASLI ini bakal signifikan. Atau kemanapun suara mereka diberikan, PANTAS, LINGKAR, TUAMA, jelas kontribusinya signifikan scr kalkulasi di atas kertas.
    Tetapi sesuai “hukum” atau pola koalisi dukungan politik, hya ada 2 kemungkinan perilaku partai; bergabung bersama2 partai kecil lainnya membentuk kekuatan signifikan, atau pragmatis bergabung ke partai/kekuatan politik besar yg kemungkinan memenangi election. Pola pertama dipilih biasanya dlm konteks partai2 kecil sgt idiologis & disatukan tekad utk menumbangkan hegemoni rezim yg kuat (lawan idiologis). Pola kedua menjadi kecenderungan partai2 modern pragmatis yg tdk mendapati konteks ideologis & kepentingan spt pola pertama, melainkan pertimbangan/orientasi kekuasaan sbgmana biasanya.
    Kalau berhitung atas dasar di atas, sangat mungkin partai2 kecil yg belum menentukan pilihannya akan cenderung berpihak pd calon atau kekuatan yg mereka prediksi bakal menang. Pilihan ini jauh lebih kecil risikonya drpd mendukung calon/kekuatan politik yg lemah kekuatannya. Effort utk memenangkan calon lemah pasti hrs lbh keras & besar, serta “berbiaya politik” mahal. Sementara mendukung calon kuat spt mendapatkan garansi rewards politik usai election (tanpa beban besar krn tinggal mengikuti sistem/infrastruktur yg sdh berjalan di partai besar).
    Apakah analisis ini sahih? Mungkin. Lihat bgm preseden di pilpres lalu, saat Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PPP, dll (partai2 mediocer) berusaha membentuk Koalisi Besar menghadapi pilpres dg pakta perjanjian segala. Faktanya, kekuatan2 politik tengah & hampir semua partai kecil memilih bergabung dg Partai Demokrat yg notabene hya memiliki modal parlemen kurang dari setengah tetapi memiliki kandidat dg elektabilitas tertinggi. Ternyata kuncinya bukan pd idiologi partai, atau solidaritas partai melawan incumbent, tetapi lbh pd kepentingan utk mendapat “jaminan” berada di lingkaran pemenang (dg segala potensi konsesinya). Kita tahu Koalisi Besar yg dimotori PDIP, Golkar, Hanura, Gerindra gagal total dn mereka memilih bertempur sendiri2 di pilpres dg hasil persis spt yg diduga byk survei.
    Apakah kecenderungan pola koalisi spt itu bisa tjd di Minsel? Sgt mungkin. Semua partai akan menimbang secara serius semua hasil pantauann lapangan termasuk survei2 dr lembaga yg bisa dipercaya. Kalau spt itu hipotesisnya, sangat mungkin suara partai2 kecil tersisa akan menghindari mengusung calon yg elektabilitasnya rendah & sebaliknya membidik calon dg elektabilitas lbh tinggi, yg dihuni PANTAS, TUAMA, & LINGKAR (posisi kedua terakhir ini berhimpitan & saling menyalip di berbagai survei). Partai2 kecil atau pargab ini akan terus mengikuti survei & menjatuhkan dukungannya pd saat yang tepat, yaitu saat hasil survei memberi prediksi lbh presisi mendekati pilkada nanti. Bahkan, partai2 kecil yg sdh menyatakan dukungan kepada calon tertentu (misal ke AGK-FER) msh bisa mencabut dukungannya dan dialihkan ke calon lain.
    Lalu siapa yg tampaknya bakal memenankan dukungan politik dr partai2 kecil ini? Pastilah calon yg jago melobi & memiliki elektabilitas tinggi & diprediksi menang pilkada. Walau begitu siapapun tdk boleh under estimate dg idealisme tokoh2 dlm partai2 kecil ini. Masih sangat mgk ada tokoh2 yg mau melihat pilkada ini lbh dr sekedar kemenangan. Mereka2 inilah yg bisa dilobi, dirangkul, dan diajak membentuk koalisi atau aliansi baru dlm memunculkan calon alternatif. Tetap saja, usaha keras dilakukan utk mendapatkan dukungan spt itu dlm tenggat waktu yg sedemikian singkat. Itu saja titik krusialnya & itu pula yg membuat pilkada Minsel menarik utk sll diamati.
    Selamat berkompetisi

  15. Sebaiknya Tetty Paruntu yg hasil surveinya bagus tetap waspada. Wkt pemilihan yg masih 4 bln lg memungkinkan pemilih berubah pikiran/pilihan. Jika tdk pandai2 mempertahankan atau menambah dukungan, posisinya bs disalip oleh kandidat lain (no.2-3). peluang itu msh sgt mungkin mengingat skup pilkada bupati yg lbh sempit dibanding pilkada gubernur/presiden.

  16. Ini hya sebuah analisis berdasar berita2 koran. Klo sy pahami dr perkembangan terakhir, kekuatan PDIP (spt dikhawatirkan sjml pihak) akan terpecah, antara mendukung FFL-FW (PDIP dg modal suara pemilihan legislatif 13.592) atau mendukung VT-DM (PD dg modal suara pemilihan legislatif 7.946), dn msh mungkin jg suaranya berpencar ke calon independen, dn msh ada sedikit peluang lari ke calon Pargab (AGK-FER). Sedang suara massa PD pun tampaknya tdk akan mulus 100% diberikan kpd VT-DM yg diusung PD bila berkaca pd berita2 penolakan kader akar rumput thd calon dr luar partai tsb. Sementara AGK-FER yg didukung partai2 kecil, mmg ada kemungkinan menyodok ke posisi yg lbh bagus, dg catatan suara partai atau massa Pargab solid. Masalahnya, dr 8 partai2 kecil yg duduk di dewan minsel, ternyata hya/baru 4 yg bergabung mendukung mrk (PDS, PIS, PPRN dan PKPB dg modal total suara pemilihan legislatif 5.095), sementara Barnas, Hanura, PDP, & PNBK blm bersikap atau kemungkinan mendukung calon lain.
    Bgm dg Tetty-Sonny dr PG? Calon ini relatif solid dukungannya & pd pileg kmr total calon2 legislatifnya mdp suara 12.077, selisih 1.515 di bawah PDIP. Kbr di lapangan sejumlah partai2 kcl di dewan merapat ke kubu ini, bahkan sebagian massa/simpatisan PD atau dr partai gabungan yg mendukung AGK-FER. Jd, kemungkinan besar calon dr PG inilah yg akan mendapat limpahan dr suara massa mengambang dr berbagai partai lain (fenomena pilpres SBY).
    Jumlah dukungan di pemilu legislatif mmg tdk bs jd acuan akurat bg pmilihan bupati, spt halnya pemilu legislatif hasilnya beda jauh dg pemilhan presiden lalu. fenomena seorang calon bs didukung oleh partai2 non pengusung sangat besar peluangnya terjadi pd pasangan tetty-Sonny ini. Sgt mungkin pendukung PDIP, PD, Pargab AGK-FER & Pargab lain mendukung Tetty-Sonny.
    Bgm membaca kemungkinan tsb? Sptnya survei2 yg diselenggarakan oleh lembaga independen spt FPC di atas sekilas bs menggambarkan hal tsb. Juga survei Indobarometer atau LSI spt terinfo di komentar di atas. Tdk heran klo Tetty hingga mdpt suara responden smp 45% justru di survei partai lain (klo data2 di komentar di atas benar).
    Pemilu bupati beda dg legislatif tp mirip pilpres, yg bermain dominan adl figur. Krn itu semua calon yg maju di pilgub minsel ini hrs mampu semaksimal mgk memoles kandidatnya & menarik simpati warga yg sebagian besar adl massa mengambang, bukan pemilih loyal atau pemilih idiologis. Semua calon hrs belajar byk dr pilpres lalu & bahkan pemilihan bupati minsel yg lalu mgk tdk sll bs mjd acuan perolehan suara. kekuatan figur sungguh sgt menentukan, lbh dr kekuatan program. Dn yg menarik dr pengalaman 2 pilpres lalu, kampanye negatif yg menghujani SBY (terlebih isu yg menyerang pribadinya) ternyata sama sekali tdk membawa efek penurunan suara, bhk diyakini mendatangkan simpati khususnya di kalangan pemilih perempuan.
    Jd kuncinya utk menang di pilkada minsel ini mnrut sy pribadi:
    1. miliki figur yg populer, pys personalitas kuat, & disukai massa dr segala kalangan.
    2. miliki akses media scr memadai (jejaring sosial, offline/online, iklan, berita, cetak, elektronik) krn dr wahana inilah ketokohan bs dibangun & diwacanakan.
    3. miliki field coverage atau penampakan fisik di setiap titik penting Minsel mll baliho, bilboard, selebaran, dll (ini fungsi tambahan poin 2).
    4. bersentuhan scr fisik atau lansgung dg massa pemilih seseiring & seluas mungkin jangkauannya apabila poin 1-2-3 ada kelemahan.
    5. bangun tim sukses yg mampu mengeksekusi setiap strategi & mlkkn kampanye/sosialisasi sampai ke end user ato calon pemilih lgs.
    Catatan: poin 1 itu anugerah, poin 2-3 membutuhkan biaya sgt besar, sedang poin 4-5 bs dijalankan oleh calon2 independen/finansial seadanya. namun semuanya sll bisa disiasati dg kreatifitas yg tinggi.
    Selamat berkompetisi

  17. @ Janice: txt informasinya. mgk akan bs ada bandwagon effect… massa pemilih cenderung memilih calon yg diprediksi byk pihak bakal menang.

  18. CEP & SFT: 45 % Kenaikan sangat drastis bagi pasangan ini. Selamat dan sukses, pertahankan
    VT & DM: 17%
    FL & AW: 16%
    AGK & FER: 8%.
    dll 14%.

  19. @ Janice: kasih dong urutan lengkapnya… biar torang tahu siapa & berpaa persentase yg lainnya. VT kan dicalonkan partai biru, dpt berapa tuh skr…? jg calon2 lain…

  20. Hasil survey partai berwarna biru: Ibu Tetty sdh mencapai 45 % jauh melebihi calon2 yg lainnya. Tetap jaga spy naik terus surveynya.

  21. @ Fery: just stay at what you believe… but we absolutly believe in credible survey with exact & valid parameters. and Tetty Paruntu will win this election only in one round with up to 60% vote…

  22. orang Minsel so cukup pande utk menilai berita2 “Pencitraan” yg tujuannya utk menggiring opini masyarakat…
    MARI QTA BERIKAN INFORMASI YANG RELEVAN)

    fakta di lapangan, tidak ada yg mampu memastikan menang 1 putaran saja…,(apalagi dengan banyaknya Bakal calon pasangan yg akan bertarung nantinya).
    Asiano Kawatu (AGK) – Felly Runtuwene
    Farry Liwe (FL) – Frangky Wongkar
    adalah 2 pasangan yang memiliki keunggulan tersendiri, mengingat backround mereka, juga representasi keterwakilan domisili mereka.
    apalagi kedua pasangan tersebut benar2 Asli Minsel, dan memiliki pengalaman di dunia Pemerintahan dan Politik.
    Terima Kasih

  23. Tetty always leading in campaign and approching people. no doubt she will win this election. sure, one round… and up to 60%!

  24. Numpang tanya, apa Indobarometer yg dimaksud di atas adl Lembaga Riset Indobisa Barometer pimpinan Hencky Luntungan? Indobisa Barometer barusan keluarkan hasil survei gubernur sulut yg scr metode kacau berat… Klo iya, jgn dipercaya!

  25. Krn memang Tetty Paruntu & Sonny Tandayu (PANTTAS) adl pasangan yg paling jelas visi-misi serta program2nya, sementara pasangan2 lain msh berkutat pd masalah kendaraan politik, sy yakin mereka memang sgt PANTAS jadi pilihan. PASTI MENANG SATU PUTARAN…. DI ATAS 60%! catat sj pernyataan ini!

  26. Kalau dilapangan banyak belum mengenal FFL. Lihat saja waktu deklarasi pendukungnya sedikit sekali yg hadir. Hasil survey SI itu tidak benar, Fakta dilapangan FFl jauh sekali dibanding VT. Tetap Ibu Tetty Paruntu yang akan memenangkan Pilkada diMinsel. Satu Putaran saja.

  27. Saya kutipkan berita survey dr Strategic Indonesia yg menempatkan Farry Liwe di atas Tetty Paruntu (berbeda dg 3 survei lain dr LSI, Indobarometer, dan FPC):
    “Dalam press conferences yang dilakukan Direktur Strategic Indonesia, Audy Wuisang MSi, ini adalah survey konfirmasi atas 5 tracking survey sebelumnya yang sudah dilakukan sejak Desember 2009, Januari 2010, Februari 2010, Maret 2010 serta terakhir awal April 2010. Temuannya tak berbeda dari prediksi semula bahwa pergerakan yang dinamis adalah calon bupati dari PDIP Ir Farry Freyke Liwe MSc (FFL) konsisten menaik sebanyak 5% setiap bulannya, kini capai posisi 37% atau naik 5% sejak bulan Maret lalu. Sementara pesaing yang paling dekat membuntutinya adalah, CEP dengan posisi 28% yang juga naik 5% sejak Maret. (Manado Post 13 April 2010)”
    * Bgm komentar FPC, LSI, Indobarometer? Mgp survei Strategic Indonesia hasilnya sangat jauh berbeda dg ketiga survei lainnya? Saya pribadi agak meragukan survei SI krn tokoh FFL yg baru muncul belakangan mendadak sangat mendominasi…. Sebab, Strategic Indonesia pula yg pada pilpres lalu merilis survei bhw elektabilitas JK-Wiranto tertinggi dibanding SBY-Yudhoyono & Megawati. Ini link beritanya: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:2a_qlAiglZ0J:politik.vivanews.com/news/read/72760-jelang_pilpres__survei_jk_wiranto_terpopuler+Audy+Wuisang+strategic+indonesia&cd=5&hl=id&ct=clnk&gl=id

  28. -> Jacky, hsl survei Indobarometer sgt signifikan perbedaannya dg 2 survei lain. tp dimaklumi mgk krn calon blm semua resmi.
    -> Stanley, hasil survei FPC yg kedua dan pertama bisa diinform di sini?

  29. Survey dibulan Maret dan awal april. Hasil survey Indobarometer: Ibu Tetty Paruntu 29%, Ventje Tuela 11%, Andre harits 8%, John Sumual 8 %, AGK 7%, Liwe 5% dll.

  30. -> Stanley, thanks penjelasannya. mana hsl survei keduanya? survei hrs independen spy kredibilitas lembaga tdk hancur. kpn survei lagi utk calon resmi?
    -> Jacky, hasilnya berhimpitan dg survei FPC tampaknya. tp ini survei kpn? selisih Tuela dg Liwe jg tdk sberapa. indobarometer bgm?

  31. Hasil survey LSI Denny JA utk sebuah partai berwarna biru: Ibu Tetty Paruntu 28 %, Ventje Tuela 17%, Farry Liwe 15%, AGK 8%, dll.

  32. @ Noel : Foundation Public Care (FPC) adlh Lembaga Pengolahan Data & Informasi Independen, yg beberapa wkt lalu telah menggelar Rapat Koordinasi & Evaluasi Nasional (RAKOREVNAS) Hasil Survey & Observasi Pemilukada se-Indonesia di Jakarta. Survey & Observasi yg dilakukan utk Pemilukada di tingkat Provinsi termasuk Kabupaten/Kota se-Sulut, sesuai fakta di lapangan. Dan saya selaku Koordinator FPC TSO Pemilukada Wilayah Sulut, menegaskan bhw kami sama sekali bukanlah titipan atau pesanan dari Parpol tertentu. Dan perlu diketahui, hingga saat ini, kami belum pernah sama sekali ketemu dengan para Calon tersebut, termasuk Ibu Christiany Eugenia Paruntu. Tq-Gbu.

  33. Kasih infonya dunk bgm hasil survei LSI & Indobarometer…. biar lengkap spt survei FPC. Sbb ada keraguan, itu survei FPC pesanan…

  34. Hasil survey beberapa Partai besar dr LSI Denny JA dan LSI Indo barometer M. Qodari, Ibu Christiany Eugenia Paruntu teratas. Selamat utk Ibu Tetty Paruntu dan team kerjanya. Jgn berhenti sebab perjuangan masih panjang. Maju terus dan menang satu putaran.

  35. Sukses utk Tetty Paruntu… yg naik dr posisi 4 ke 1, leading berturut2 dlm 2x survei. Prediksi menang satu putaran semakin mendekati kenyataan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara