
Boroko, BeritaManado.com – Upaya untuk mendapat keadilan kembali dilakukan tim Persitom Tomoagu usai melakoni laga semi final di Open Tournamen Minanga Cup pada Senin, 14 Maret sore kemarin.
Tim besutan Efendi Bolota akhirnya melayangkan surat protes terhadap panitia pelaksana dan PSSI Bolmut setelah tim Alfaraya Fc yang menjadi lawan mereka pada laga itu kedepatan melanggar aturan.
Dalam surat protes yang ditandatangani langsung Manajer Persitom Abdulah Lauma meminta agar panitia pelaksana meninjau kembali hasil keputusan Tehcnical Miting (TM).
“Kami merasa dirugikan, sebab pada hasil TM waktu itu setiap tim yang masuk putaran ke 3 (10 besar) hanya bisa mentransfer sebanyak 5 pemain,” jelasnya kepada BeritaManado.com, Selasa (15/3/2022).
Lanjutnya, apabila ada kedapatan ada tim yang memainkan lebih dari 5 pemain maka akan mendapat sangsi diskulaifikasi.
“Atas dasar itu, pengurus Persitom Fc mengajukan keberatan terhadap hasil pertandingan kemarin. Dimana telah ditemukan kelebihan pemain transfer dari tim Alfaraya FC sebanyak 6 pemain,” ujarnya.
Ia menyebut, jika kemudian itu terbukti sebagai pelanggaran maka kami meminta kepada panitia untuk menegakan aturan sesuai TM yakni diskualifikasi.
Terpisah, saat dimintai tanggapan Ketua PSSI Bolmut Rasman Dg. Taleba mengungkapkan, surat tersebut belum sampai ke PSSI.
“Jika sudah diterima, akan PSSI pelajari. bebernya.
Ia menambahkan, jika harus mengacu pada STATUTA PSSI, maka setiap surat protes yang masuk akan di sidangkan terlebih dahulu.
Sampai berita ini diterbitkan, panitia pelaksana minanga cup belum merespon upaya yang dilakukan wartawan BeritaManado.com.
Diketahui, hal serupa pun pernah terjadi di pertandingan-pertandingan yang lain selama open tournamen bergulir.
(Nofriandi Van Gobel)
