Agama dan Pendidikan

“Supaya masyarakat sadar bahwa Indonesia tidak bisa di pecah belah”

Obor Perdamaian
Obor Perdamaian

 

Manado – Kaum Muda Lintas Agama Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Vigili jelang hari lahirnya pancasila 01 Juni 2017.

Rangkaian acara, atraksi kreatif, pemasangan obor perdamaian dan doa bersama lintas agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan basket kawasan Megamas Manado, Rabu (31/5/2017).

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Kota Manado, Pastor Andreas Rumayar, mengatakan kegiatan ini untuk merangkul seluruh lintas agama di Sulut, karena saat kegiatan seperti ini sangat kurang dilaksanakan.

“Kegiatan ini sebenarnya untuk 1 Juni, namun dipilih 31 Mei 2017 mengingat ini adalah malam menjelang sehingga baik untuk
berkumpulnya seluruh pemuda,” kata Andreas Rumayar.

Lanjutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperjuangkan kebhinekaan guna mempertahankan NKRI.

“Kami ingin membakar lagi semangat pemuda Sulut, supaya elemen masyarakat sadar bahwa Indonesia tidak bisa di pecah belah,” terang Pastor Andreas Rumayar.

Turut hadir, Ansor, Pemuda GMIM, KMK Unsrat, GAMKI Manado, Pemuda Konghucu, Pemuda Katolik, GMKI, Parkindo, GMNI, PEMKRI, KMHDI, Rumah Pebedaan, Les Bumi dan lainnya. (YohanesTumengkol)

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara