Manado – Sulawesi Utara (Sulut) optimistis mampu mencapai pertumbuhan ekspor enam hingga 10 persen pada tahun 2012 ini.
“Pertumbuhan ekspor tahun 2012 ini, terutama karena sebagian besar komoditas yang dikirim ke luar negeri merupakan produk pangan yang tetap dibutuhkan pasar,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado.
Sanny mengatakan, kendati kondisi ekonomi global saat ini masih cukup mengkhawatirkan ditandai penurunan daya beli, tetapi tetap yakin ekspor Sulut tetap akan mencapai pertumbuhan tinggi.
“Produk pangan akan tetap dicari meski ditengah kondisi ekonomi krisis sekalipun, karena menyangkut kebutuhan pokok manusia,”kata Sanny.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan, produk yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekspor Sulut tahun ini, yakni produk perkebunan terutama turunan kelapa, serta perikanan.
“Lebih 10 produk turunan kelapa yang dihasilkan petani dan industri, maka minyak kelapa kasar atau crude coconut oil (CCO) tetap diandalkan menjadi penyumbang devisa terbesar,” kata Hanny.
Produk turunan kelapa lainnya yang diharapkan menjadi penyumbang devisa bagi Sulut yakni tepung kelapa, arang tempurung dan minyak goreng.
Komoditas perkebunan lain yang diperkirakan banyak diekspor tahun ini yakni pala dan fuli.
“Permintaan pala dan fuli semakin meluas ditandai negara pembeli terus bertambah di berbagai negara di dunia,” kata Hanny.
Sementara produk perikanan yang potensial ke pasar luar negeri tahun ini diantaranya ikan segar, ikan kaleng, ikan tuna dan ikan kayu.
Negara pembeli yang diharapkan jadi pembeli komoditas unggulan Sulut, tahun 2012, selain negara tradisional, juga non tradisional seperti Rusia dan beberapa negara di belahan dunia lainnya. (is)
