Tips untuk Trading Perpetual
Dilansir dari Pintu Academy, ada beberapa tips dalam trading perpetual. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan saat mencoba trading perpetual, diantaranya adalah
1. Susun Rencana Trading yang Jelas
Layaknya trading spot, trading perpetual juga memerlukan rencana yang terperinci. Rencana ini tidak hanya berfokus pada target peluang, tetapi juga mencakup strategi untuk keluar dari pasar jika pergerakan harga tidak sesuai harapan.
Saat merancang rencana, hindari mengambil keputusan yang dipengaruhi oleh perasaan. Tentukan berbagai parameter dan target harga berdasarkan analisis sebelum membuka posisi. Masalah yang sering muncul saat merancang rencana perdagangan adalah kurangnya komitmen trader.
Banyak trader yang menggunakan mental stops, yakni menetapkan target harga dalam benak mereka untuk menutup posisi. Namun, dalam praktiknya, mental stops seringkali diabaikan, yang dapat berakibat pada kerugian yang lebih besar.
Sebagai contoh, jika kamu membeli ETH pada harga $2.500, dengan bracket order, kamu dapat menentukan stop loss di $2.250 dan dapat peluang di $3.000. Dengan begitu, kamu bisa membatasi kerugian sebesar $250 dan menetapkan target peluang sebesar $500.
2. Jangan Terburu-Buru
Apabila kamu baru mulai menjalani trading perpetual, jangan terburu-buru untuk langsung melakukannya. Hindari membuka banyak posisi segera setelah memulai. Kesalahan umum lainnya adalah langsung menggunakan seluruh dana untuk membuka satu atau lebih posisi sekaligus.
Sebaiknya, mulai dengan jumlah modal yang tidak terlalu besar dan pilihlah tingkat leverage yang rendah terlebih dahulu. Kekalahan di dalam trading adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, jangan membuka posisi yang terlalu banyak atau menggunakan modal yang besar.
Jika menggunakan dana yang besar, satu atau dua hasil yang kurang memuaskan bisa mengakibatkan kehilangan semua dana yang dimiliki. Selain itu, memiliki banyak posisi juga akan membutuhkan lebih banyak perhatian dan meningkatkan tekanan.
Lebih baik memulai trading secara bertahap. Selama proses awal, pelajari dulu mekanisme dan dinamika dalam trading perpetual. Selain itu, coba berbagai strategi dan metode sampai kamu menemukan yang paling efektif.
3. Selalu Berpikir Dua Arah
Secara umum, trader cenderung lebih antusias ketika pasar dalam kondisi bullish. Ketika pasar mengalami perubahan arah, mereka cenderung menjauh sampai situasi kembali membaik. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar perpetual juga memberikan kesempatan untuk meraih peluang.
Oleh sebab itu, seorang trader tidak mempertimbangkan dua arah, mereka akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan potensi melalui posisi short. Selain sekadar mengenali peluang, trader juga harus memiliki kemampuan analisis yang baik untuk memahami tren koreksi.
Dalam trading perpetual terdapat fitur yang dikenal sebagai margin calls. Jika seorang trader mendapatkan margin call, hal ini biasanya terjadi karena mereka telah mempertahankan posisi yang rugi terlalu lama.
Margin calls dapat dianggap sebagai pengingat bahwa posisi yang diambil tidak berjalan sesuai harapan. Untuk mengatasi situasi ini, trader bisa menambah margin mereka guna mengurangi tingkat penggunaan margin mereka.
