
Jakarta – Solidaritas Rakyat Menggugat (SRM) yang terdiri dari LSM Forum Pro Rakyat Anti Politisi Busuk (Forpakantik), LSM Transparansi, LSM Koalisi Bela Rakyat (Kobar), KNPI Minahasa Utara, Laskar Anti Money Politik, HMI, Gerakan Peduli Rakyat Sulut (GPRS), LSM Swara Kawanua, Garuda Laskar Trikora, Aliansi Mahasiswa Papua ‘bongkar’ Praktek kotor Mafia Peradilan di Sulut, adapun dugaan praktek tersebut bermodus pemerasan oleh oknum Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Airmadidi Minahasa Utara, Irvan Samosir dengan Ahem Sihombing sebagai perantara terhadap Kepala Dinas Kesehatan Minut, Sandra Rotty.
“Patut diduga dengan indikasi kuat praktek pemerasan dan gratifikasi dilakukan Irvan Samosir selaku Kajari Airmadidi, kami memiliki hasil investigasi rekaman percakapan dugaan pemerasan tersebut. Bila para penegak hukum sudah begini, mau jadi apa Indonesia. Kami minta segera ada proses penyelidikan oleh , sambil menunggu hasilnya dimintakan Irvan dicopot dari jabatannya, sebab telah menimbulkan keresahan di Masyarakat Sulut terlebih khusus warga Minut,” tegas Ketua LSM FORPAKANTIK Sulut, Pierson Rambing bertindak sebagai Korlap tadi pagi.
SRM sendiri, pagi tadi menggelar aksi damai di depan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mabes POLRI Jakarta. Sebagaimana pantauan dilapangan terlihat 500 massa aksi berjalan tertib, 5 perwakilan para pendemo pun diterima Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Kejagung RI, M Salman serta saat di Mabes POLRI diterima Iptu Suprianto selaku Pamin Sengketa Divisi Humas POLRI.

“Kami akan segera menindak lanjuti informasi ini, Kepala Kejaksaan Agung akan menerima laporan hari ini juga, siapapu oknum Jaksa yang diduga terlibat dan terbukti, saya kira ada Sanksinya, namun perlu proses akan kesemuanya itu,” tegas Salman.
Sedangkan Iptu Suprianto mengatakan mengapresiasi kegiatan SRM, karena untuk melakukan pengawasan jalannya penyelenggaraan penegakan hukum perlu pengawasan Masyarakat juga baik perorangan maupun kelompok.
Dikesempatan berbeda, Anggota DPR RI Dapil Sulut, Aditya Didi Moha menyampaikan dukungan kepada Kejagung RI dalam agenda bersih-bersih Jaksa ‘Nakal’. “Ada informasi yang disampaikan Warga Sulut di depan Kejagung pagi tadi, saya kira itu adalah partisipasi mereka dalam turut mengawasi jalannya penyeleenggaraan penegakan hukum. Kejagung perlu segera menindak lanjutinya, saya takut bila terlalu lama akan terjadi spekulasi ‘buruk’ yang berkembang di Masyarakat,” ujarnya.
Sekedar untuk diketahui, Demonstrasi tersebut digelar dalam rangka momentum peringatan Hari Ulang Tahun Adhiyaksa. (john)

TOLONG jangan bawa-bawa HMI untuk kepentingan kalian, HMI cabang mana harus diperjelas??? HMI organisasi besar dan berintegritas bukan seperti LSM-LSM itu.
HMI adalah Organisasi Besar yang selalu digaris depan dalam menegakkan kebenaran utk itu saran saya jgn lah saling menjatuhkan sesama Kader HMI, dan terkait HMI bergabung dgn SRM dalam membongkar kasus oknum Jaksa nakal patut diberikan apresiasi…
HMI adalah organisasi Ksatria yg selalu membela kebenaran dan keadilan, HMI pantang menyerah dalam membongkar kasus mafia peradilan dan terkait HMI bergabung dgn SRM (Solidaritas Rakyat Menggugat) hal ini adalah sikap Ksatria yg harus diberikan apresiasi sebesar2 nya, karena yg mereka lakukan mengandung resiko bagi pribadi mereka masing2, saran saya jgnlah saling menjatuhkan sesama kader sebab HMI bukan milik pribadi, ciri2 HMI bukan pengecut yg pinter menghina tapi selalu tampil menegakkan Hukum sekalipun berhadapan dgn penguasa yg peralat hukum utk memeras.., dan jika anda adalah HMI sejati maka tunjukan jati diri anda yg asli dan kita bahas hal ini di dunia nyata.aktivis hmi