
Manado, BeritaManado.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kodim 1309/Manado dan dikelola oleh Yayasan Cahaya Langowan melayani kebutuhan makanan bagi kurang lebih 3.400 siswa setiap hari.
Pelayanan ini diperuntukkan bagi siswa SD hingga SMA/SMK yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Winangun Dua dan Kecamatan Malalayang.
SPPG Kodim 1309/Manado telah beroperasi hampir 11 bulan sejak pertama kali diluncurkan di Kota Manado, dan menjadi salah satu contoh SPPG yang bersih, aman, dan terstandar.
Meski demikian, masih saja ada pihak-pihak yang menyebar isu tidak baik di tengah ramainya pembahasan MBG secara nasional saat ini.
Salah satunya keluhan tentang pengolahan dapur yang dianggap merugikan warga sekitar, padahal isu tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepala SPPG, Radea Masloman, saat dikonfirmasi melalui telepon, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Yayasan Cahaya Langowan merespons cepat setiap laporan masyarakat yang merasa terdampak.
Mereka juga telah memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pencemaran limbah dapur serta bau tidak sedap di sekitar lokasi kegiatan.
“Isu tersebut tidak benar. SPPG Kodim 1309/Manado telah memiliki bak penampungan limbah dan tandon air untuk mencegah pencemaran lingkungan. Selain itu, kami bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang setiap hari rutin mengangkut sisa-sisa pengolahan dari Dapur Sehat untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya ini kami lakukan agar warga di sekitar lokasi tetap aman, nyaman, dan lingkungan terjaga,” ujar Radea Masloman.
Ia menambahkan bahwa SPPG Kodim 1309/Manado dan Yayasan Cahaya Langowan berkomitmen memastikan seluruh pelayanan gizi berjalan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami akan terus berkoordinasi untuk menjaga lingkungan tetap baik, sekaligus memastikan pelayanan gizi berlangsung sesuai prosedur dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, pemukiman warga di sekitar lokasi SPPG sebelumnya tidak memiliki akses pembuangan sampah dan limbah karena PT United Tractors, yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut, menutup seluruh akses pembuangan masyarakat di area itu.
(***/srisurya)
