Kota Tomohon

Soal Pengaspalan Jalan Pertanian, FFL: Pemkot Tentu Sangat Serius

Kabag HumasKabag Humas Protokol Pemkot Tomohon Fransiskus Lantang SSTP.

TOMOHON, beritamanado.com – Pemerintah Kota Tomohon melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Fransiskus Ferdinand Lantang (FFL) menanggapi soal usulan masyarakat di Kelurahan Tondangow yang menghendaki pengaspalan terhadap jalan pertanian di kelurahan mereka.

“Pemerintah Kota tentu sangat serius untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di tahun 2016 ini, sebab pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan diperuntukkan bagi kepentingan seluruh masyarakat dan kemajuan Kota Tomohon,” kata mantan Camat Tomohon Utara yang akrab disapa Herry ini.

Seperti diketahui sebelumnya masyarakat Kelurahan Tondangow sangat berharap agar pelaksanaan pembangunan yang akan dilaksanakan di kelurahan ini kiranya dapat di fokuskan pada pengaspalan jalan Pertanian Lengkoan yang sebelumnya telah dibangun sampai pada pengerasan dan jalan ini sangat menopang ekonomi masyarakat melalui hasil pertanian yang diupayakan masyarakat dengan bercocok tanam di wilayah ini.

Menurut penuturan beberapa petani saat berdialog dengan Kasubag Humas Djufry Rorong SSos belum lama ini, pada umumnya mereka mengatakan dari sekian perkebunan di Kelurahan Tondangow, saat ini yang sangat produktif dan menjadi andalan adalah perkebunan dari Lengkoan yang berlokasi sekitar 700 meter sampai 1 kilometer dari mega proyek yaitu turbin utama pembangkit listrik PT Pertamina dan PT PLN.

“Jalan pertanian Lengkoan dan perkebunannya sangat penting perannya bagi masyarakat dan para petani karena mendapatkan hasil pertanian yang sangat baik dari lokasi perkebunan ini. Oleh karena itu kami sangat berharap agar prioritas pembangunan di kelurahan dapat dialokasikan untuk pengaspalan jalan sepanjang 1200 m. Hal ini nantinya untuk lebih memudahkan petani dalam mengangkut hasil-hasil pertanian yang ada di perkebunan Lengkoan ini,” kata sejumlah petani. (ray)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara