
Manado – Tokoh Pemuda Sulawesi Utara (Sulut), Melky Pangemanan menyoroti kenaikan harga sejumlah item kebutuhan sembilan bahan pokok di sejumlah daerah Indonesia, terutama di sejumlah pasar tradisional Sulut. “Kita sangat memprihatinkan hal ini, sungguh mengherankan bila pemerintah selalu diperhadapkan dengan kejadian ini setiap tahunnya, seharusnya ini pelajaran yang dapat diselesaikan, mungkin nanti muncul Presiden benar-benar lahir dari rakyat baru bisa menyelesaikan hal ini,” tutur Pangemanan, Selasa (01/07).
Dilaporkan sejumlah item kebutuhan pokok naik diantaranya harga daging, telur, dan ayam goreng. Kenaikan harga terjadi di bulan Ramadhan. “Seharusnya tidak boleh terjadi kenaikan harga karena bulan Ramadhan adalah suatu kegiatan yang rutin bagi umat Muslim,” ujarnya.
Dikatakan kalau pemerintah menyadari hal itu tentunya bisa diantisipasi dan disiapkan sedini mungkin agar kenaikan tidak terjadi.
“Kelemahannya selama sembilan bahan pokok diserahkan mekanisme pasar akan menjadi ajang spekulasi para tengkulak dan spekulan Bulog harus lebih sensitif dan perlu dioptimalkan dan ditingkatkan kerjanya justru jangan terbawa permainan spekulan, perlu ada Presiden yang mau mendengarkan rakyatnya,” tuturnya seraya menghimbau kepada warga Sulut untuk mensukseskan Pilpres 9 Juli mendatang, hindari Golput. (risat)
