Bisnis dan Ekonomi

Sirang: Usaha Kecil di Manado Kesulitan Modal

Manado – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado mengakui, bahwa usaha kecil di daerah tersebut kesulitan dalam permodalan. “Perkembangan usaha kecil di Manado memang masih terkendala modal, sehingga mereka hanya bisa berproduksi kalau ada pesanan,” kata kepala Dinas Perindag Manado, Fanny Sirang, Senin (28/9).

Sirang mengatakan usaha kecil yang kesulitan modal di Manado rata-rata adalah kerajinan rakyat mulai dari pembuatan souvenir daur ulang dari bahan-bahan sisa industri mebel. “Dari pengakuan UKM khusus pengrajin mereka hanya akan memproduksi kerajinan untuk souvenir, kalau ada pesanan kalau tidak mereka hanya membuat untuk dipajang di toko-toko souvenir, karena mereka kesulitan dalam permodalan,” kata Sirang.

Yang menyulitkan para pengusaha kecil ini, kata Sirang, kalau mereka sudah membuat proposal untuk meminta dukungan dana dari pihak ketiga seperti bank atau BUMN maka mereka akan diminta memberikan agunan, inilah yang kemudian menyulitkan usaha tersebut untuk berkembang. Sebab itu, ia mengatakan yang bisa mereka lakukan untuk mendukung usaha kecil di Manado, adalah membantu pemasaran mereka dan mengiktsertakan dalam berbagai kegiatan seperti pameran dan mempromosikan sampai keluar negeri hasil mereka,” kata Sirang.

Sirang juga mengakui sebenarnya kalau mengenai permodalan yang punya kewajiban memfasilitasi dengan banak atau BUMN adalah Dinas Koperasi. Dan urusan promosi sampai peningkatan keahlian menjadi urusan Disperindag untuk meningkatkan skil para pengrajin usaha kecil, termasuk memasarkannya. Namun Sirang mengatakan dari pemantauan yang mereka lakukan, usaha kerajinan rakyat sudah memproduksi kerajian untuk souvenir walaupun dalam jumlah yang kecil untuk dipajang di toko-toko souvenir.(niel)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara