
Manado — Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Pulau Terluar Indonesia, khususnya bagian paling utara Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Filipina siap melaksanakan tugas dan mulai diberangkatkan secara bertahap.
Sebagai bentuk dukungan kepada para prajurit, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri Rabu (7/3/2018) kemarin melaksanakan tatap muka dengan para prajurit sekaligus menitipkan sejumlah pesan sebagai bekal dalam menjalankan tugas di Mako Yonif Raider 712/Wiratama.
Kepada BeritaManado.com, Robert Giri mengatakan, pelaksanaan tugas di pulau terluar haruslah menjadi kebanggaan bagi setiap prajurit yang dipercayakan negara mengemban tugas tersebut.
“Pulau terluar itu bukan berarti terbelakang. Tapi seperti yang selalu diingatkan Pak Presiden kita, pulau terluar itu pintu gerbang. Jadi harus ada kebanggaan dihati setiap prajurit,” ujar Robert.
Lanjutnya, apa yang dilakukan para anggota satgaspam di wilayah tugas nanti akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sehingga dedikasi dan kreatifitas setiap prajurit dibutuhkan.
“Disana bukan berarti pindah tidur, tapi harus berbuat sesuatu. Pelajari adat istiadat dan budayanya, bantu masyarakat dalam hidup sehari-hari, kenali setiap masyarakat agar kalau ada orang baru yang datang, kita tahu,” tambahnya.
Robert Giri pun menegaskan, kekuatan TNI yang terbesar adalah rakyat bukan pada ujung senjata.
“Kalau bergantung pada ujung senjata maka berarti lemah. Kekuatan kita itu ada pada rakyat, sehingga berbuatlah yang terbaik. Layani masyarakat pulau terluar pakai hati, dengan hati,” tutupnya.
(srisurya)
