
Manado, BeritaManado.com — Beberapa waktu ini, masyarakat sudah menerima informasi tentang angka PDRB Kota Manado yang hingga kini masih yang tertinggi di Sulawesi Utara.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita kabupaten/kota di Sulawesi Utara tertinggi dicapai Kota Manado dengan dengan besaran 96,6 juta diikuti Kota Bitung 89,7 juta.
Sementara Minahasa Utara 75,1 juta, Minahasa 58,1 juta, Minahasa Tenggara 52,08 juta, Tomohon 49,7 juta, Minahasa selatan 43,5, Sitaro 39,3 juta, Bolmong 38,6 juta, Boltim 38,2 juta, Sangihe 37,2 juta, Bolmut 35,2 juta, Kotamobagu 35,1, Bolsel 35,02.
Kabupaten yang menduduki posisi terendah yaitu Kabupaten Talaud dengan 27,5 juta.
Kepala BPS Kota Manado Novri Mokoagouw dalam wawancaranya mengatakan, PDRB Kota Manado meningkat karena tingginya aktivitas perekonomian di Kota Manado.
“PDRB merupakan salah satu indikator makro yang digunakan untuk melihat gejolak perekonomian di suatu daerah. PDRB Kota Manado, pada tahun 2022 sebesar 43,9 triliun, dengan pendapatan perkapita sebesar Rp96.6 juta, dan angka ini tertinggi, jika dibandingkan dengan PDRB kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi Utara,” ujar Novri.
Novri mengatakan, Kota Manado ini menjadi madu yang menarik karena pusat bisnis yang besar di provinsi Sulawesi Utara ada di Kota Manado, sehingga hal ini dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan PDRB Provinsi Sulawesi Utara.
Gejolak aktivitas ekonomi yang terjadi berdasarkan 17 kategori yang dihitung nilai tambahnya pada tahun 2022 menunjukkan tren yang positif.
Aktivitas ekonomi di Manado ditandai dengan aktivitas perdagangan besar dan eceran yang ramai dikunjungi oleh konsumen, hotel-hotel dan restoran dan rumah makan yang ramai pengunjung, serta pusat pelayanan publik yang lain yang menunjang berbagai aktivitas perekonomian.
“Dengan demikian sektor-sektor itulah yang menyumbang dan memberikan output terhadap perekonomian sehingga bisa menghasilkan nilai tambah dari barang dan jasa yang dihasilkan di kota Manado,” kata Novri.
Tingginya aktivitas perekonomian tambah dia membuat peluang-peluang bagi pencari kerja untuk mengadu nasib di kota Manado.
Hal ini tentunya harus diantisipasi dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang kompetitif dalam menunjang roda perekonomian, apalagi dengan adanya UMK Manado yang tinggi jika dibandingkan dengan daerah yang lain.
Lebih lanjut Kepala BPS Manado mengungkap fakta, di mana meningkatnya perekonomian di Kota Manado karena ditunjang infrastruktur yang memadai.
“Dan hal ini juga karena ditopang oleh pembangunan dan penataan infrastruktur yang telah terlaksana di Kota Manado sehingga memberikan kontribusi terhadap perekonomian yang menjadikan faktor dalam menunjang pertumbuhan ekonomi,” tutup Kepala BPS Manado Novri Mokoagouw.
Sementara, pengamat ekonomi Sulut Robert Winerungan menganalogikan Kota Manado sebagai gula bagi semut.
Jadi di mana ada gula, maka di situ ada semut yang datang, atau Kota Manado selalu menjadi tujuan utama bagi para pencari kerja.
“PDRB Kota Manado tahun 2022 sebesar 43 triliun atau 27 persen dari provinsi, ini jadi gula untuk pencari pekerjaan,” kata Robert yang juga akademisi Unima ini.
Itu sebabnya kata Robert, banyak yang ke Manado, bukan justru ke daerah lain.
