Minsel

Sering Dikeluhkan Warga, Begini Terobosan Direktur RSUD Minsel Monita Nangoy

Sering Dikeluhkan Warga, Begini Terobosan Direktur RSUD Minsel Monita Nangoy
Direktur RSUD Minsel Monita Nangoy (Foto: BeritaManado)

Minsel, BeritaManado.com – Upaya untuk melakukan pengembangan dibidang kesehatan, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel).

Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Minsel yang sering dikeluhkan warga dengan pelayanannya yang tidak maksimal.

Hal itu mendorong Bupati Franky Wongkar dan Wakil Bupati Petra Rembang untuk bertindak cepat mengatasi permasalahan tersebut.

RSUD yang kini di nahkodai Monita Nangoy berkomitmen untuk melakukan terobosan dengan mengedepankan mutu/kualitas palayanan kesehatan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi ini mengatakan, pelayanan medis bagi pasien dan administrasi merupakan tata kelola yang penting dalam manajemen Rumah Sakit.

“Sasarannya, untuk mengembangkan RSUD ini bukan berorientasi untuk mendulang pujian saya pribadi, tapi bagaimana fasilitas yang ada dapat dinikmati pasien agar pasien merasa nyaman ketika berada di RS ini,” tutur Monita saat ditemui diruang kerjanya, Senin (17/5/2021)

Ia juga mengungkapkan belakangan ini sempat mengalami kendala seperti kurangnya stok obat namun hal itu bisa teratasi.

“Memang proses pengadaan waktu itu ada keterlambatan dikarenakan pengadaan itu harus melalui E-Katalog, dari kami pihak RS hanya bisa menyurat ke Dinas Kesehatan dan pihak dinas yang pesan langsung melalui E-Katalog karena sistem seperti itu. Memang awal-awal tahun waktu itu banyak obat yang belum tayang di sistem dan itu menjadi salah satu hambatan tapi kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mencari jalan keluarnya, sehingga bisa teratasi” jelasnya.

Menurutnya untuk alat kesehatan yang dimiliki RSUD seperti laboratorium sudah cukup memadai.

“Selain itu kami juga bekerjasama dengan rumah sakit yang lain. Itupun jika ada bahan kami yang kurang seperti Reagen tapi sekarang masih tersedia,” ujar Monita

Ditambahkannya untuk ke depan akan berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah melalui Dinas Kesehatan agar bisa menambah beberapa tenaga teknis.

“Seperti istilah militer, bagaimana bisa berperang jika tidak miliki amunisi seperti halnya dengan dunia kesehatan. Yang perluh ditambah sekarang adalah tenaga analis seperti Analis Laboratorium dan Radiografer karna yang kami miliki sekarang masih satu orang setiap bidangnya sehingga bisa lakukan shift kerja,” tambahnya.
(RonaldKalalo)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara