Berita Utama

Pengucapan Syukur Minsel 2025: Hidangan Khas dan Kebersamaan yang Hangat

Pengucapan Syukur Minsel 2025: Hidangan Khas dan Kebersamaan yang Hangat
Bupati Franky Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu

Minsel, BeritaManado.com – Hari ini, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diselimuti aroma harum masakan tradisional dan tawa riang.

Di tengah perayaan Pengucapan Syukur 2025, yang jatuh tepat pada Minggu ini, sorotan utama tertuju pada dua hal yang tak terpisahkan: hidangan khas yang melimpah ruah dan kebersamaan hangat yang terjalin erat.

“Ini adalah inti dari tradisi turun-temurun yang selalu dinanti-nantikan masyarakat Minsel,” ungkap Jibson Mandolang, tokoh masyarakat.

Pesta Kuliner Khas Minahasa

Sejak Sabtu sore kemarin, dapur-dapur di setiap rumah di Minsel sudah dipenuhi kesibukan.

Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak muda bahu-membahu menyiapkan hidangan istimewa yang menjadi primadona saat Pengucapan Syukur.

Yang tak boleh ketinggalan tentu saja Nasi Jaha, nasi ketan gurih yang dimasak perlahan dalam bambu, menghasilkan aroma dan cita rasa unik.

Ada pula Dodol yang manis legit, dibungkus rapi dengan daun woka, menjadi camilan favorit semua kalangan.

Untuk lauk-pauknya, berbagai masakan khas Minahasa siap menggoyang lidah para tamu.

Mulai dari Tinoransak dengan bumbu pedasnya yang khas, RW (rintek wuuk) bagi penikmat daging, hingga Pangi dan Brenebon dengan kuah kentalnya yang kaya rasa.

Setiap hidangan bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang cerita dan warisan kuliner yang dijaga turun-temurun.

Proses pembuatannya yang sering kali melibatkan banyak orang, dari menyiapkan bahan hingga memasak bersama, secara otomatis memperkuat ikatan kekeluargaan.

Pengucapan Syukur Minsel 2025: Hidangan Khas dan Kebersamaan yang Hangat

Kebersamaan yang Tak Ternilai Harganya

Namun, Pengucapan Syukur lebih dari sekadar perjamuan makanan lezat.

Ini adalah momen sakral untuk mempererat tali silaturahmi.

Pintu-pintu rumah di Minsel terbuka lebar, menyambut setiap tamu yang datang—baik sanak saudara dari perantauan, teman lama, hingga tetangga.

Suasana penuh kehangatan terasa di mana-mana; obrolan akrab, tawa lepas, dan canda ria memenuhi setiap sudut rumah.

Momen ini menjadi magnet yang menarik kembali para perantau untuk pulang kampung.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara